Heran! Oknum Dokter UGD RS Elizabet Batam Kota Tolak Pasien Sakit Gigi Akut

HARRIS BARELANG

BATAM – Niat ingin mengobati sakit gigi akut yang diderita anaknya, malah mendapat perlakuan yang kurang profesional dari seorang oknum dokter UGD Rumah Sakit Santa Elizabet Batam Kota.

“Kecewa sekaligus keheranan. Anak kami alami derita sakit gigi, rahang dan bibirnya bengkak. Karena tak tahan itu, kami hantar anak ke RS Elizabet, dini hari. Bukan mendapatkan perawatan cepat, malah disuruh pulang dan siang balek untuk perawatan di poligigi. Ditanya kenapa, penjelasan suguh tidak memberi solusi. Malah disuruh kami ke Rumah Sakit lain. Padahal, RS itu adalah RS rujukan BPJS kami,” papar Amrullah, Warga Botania 1 Batam Centre.

Adapun kronologi berawal, dari anaknya bernama Naufal (21 th) mendatangi UGD RS Elizabet, Selasa 21/2/2023 dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Bermaksud berobat mendapat tindakan medis  yang mendarita sakit gigi yang sudah akut.

Naufal

Sakit yang di keluhkan Naufal berupa Rahang nyeri, sakit sewaktu minum dan mulut sakit saat di buka, bibir bengkak bahkan rasa sakit tersebut sudah menjalar ke hidung dan kepala.

Sehingga rasa sakit sudah tidak tertahan lagi. Memang sebelum sudah ke klinik pengobatan pertama, dan tidak mampu mengurangi sakitnya.

Saat di RS Elizabeth perawat sudah melakukan pemeriksa tensi darah dangan hasil normal.

Disamping itu, perawat menyarankan untuk mendaftarkan administrasi pasien ke bagian poliklinik.

Sekembalinya mendaftar, Amrullah pergi ke tempat anaknya dan mendapatkan Naufal sudah duduk di ruang tunggu UGD dengan  berkata  bahwa dokter menyuruh pulang saja.

Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi  Amrullah dan langsung berkonsultasi dengan dokter jaga malam bernama dr Martin.

dr Martin mengatakan Sakit Gigi tidak termasuk kedalam  kriteria emergency dan silahkan datang ke poliklinik pagi besok.

Dijelaskan dr Martin bahwa sakit gigi tidak mengancam nyawa pasien dan juga  belum pinsan.

Artinya anak saya harus  menahan sakit dulu sampai pingsan baru ditolong sela
Amrullah kepada dokter tersebut.

Dijawab oleh dr Martin, kan sudah Saya  katakan tadi bahwa, sakit gigi tidak termasuk dalam layanan darurat.

Kemudian Amrullah meminta untuk setidak nya dokter bisa memberi obat penghilang rasa sakit atau sejenisnya agar rasa sakit anak saya yang amat sangat Itu dapat berkurang.

“Anak saya tidak sanggup menahan rasa sakit gigi, bibir bengkak serta rahang Nyeri bahkan hidung dan kepala terasa sakit sekali,  makanya saya bawa kemari untuk diobati,” pintanya.

Dengan nada tinggi sambil berdiri dr Martin mengatakan, bapak tidak sopan, saya ini dokter jangan pegang pegang hape didepan saya. Bapak sudah tua tidak menghargai saya katanya.

“Silahkan bapak cari rumah sakit lain sambil menyebut salah satu rumah sakit yakni RS Awal Bros. Di UGD RS ini kami tidak melayaninya,” cetusnya.

Kemudian di timpali oleh asisten perawatnya,  jika ingin dilayani seperti suntik penghilang rasa sakit, akan termasuk katagori layanan pasien umum dan tidak ditanggung oleh BPJS, artinya bayar sendiri.

“Jika tidak percaya silahkan tanyakan langsung ke pihak BPJS,” ketusnya sambil meninggalkan keluarga pasien yang masih duduk dihadapan meja konsultasi sang dokter.

Dengan perasaan kecewa keluarga pasien keluar dan memilih membeli obat di salah satu apotik kawasan Botania.

Perlakuan Seorang dokterr jaga UGD RS Elizabet memang di luar nalar Amrullah , karena tidak bisa memberikan kebijaksanaan kepada pasien saat butuh  pertolongan.

Karakter seorang dokter mestinya mampu kasih solusi, bukan egois seolah selalu ingin di hargai.

“Seorang dokter  harusnya lebih bijaksana serta peduli dalam melakukan tindakan setiap keluhan penyakit  yang dialami setiap pasien,” saran Amrullah yang juga staf bidang usaha di Media WartaKepri.co.id,

Mungkin RS itu harus buat spanduk pengumuman di UGD tak layani Sakit Gigi untuk pasien BPJS malam hari, tambah Amrullah.

Redaksi WartaKepri juga tengah lakukan konfirmasi ke pihak BPJS Kesehatan, hingga berita ini diterbitkan. (red/amr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News