Kacabjari Natuna di Tarempa Laksanakan Penyuluhan Program Jaga Desa di Kecamatan Jemaja Barat

Kacabjari Natuna di Tarempa Laksanakan Penyuluhan Program Jaga Desa di Kecamatan Jemaja Barat
GALERI 24

ANAMBAS – Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa JOSRON SARMULIA MALAU, S.H. telah melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum dengan program jaga desa bagi desa-desa se-kecamatan jemaja barat dan kegiatang bertempat di Balai Desa Impol.

Tujuan program ini ialah agar desa-desa yang ada di kecamatan jemaja barat dapat menggunakan dana desanya secara tepat demi kemajuan desa. Desa yang hadir di acara ini ialah desa sunggak, desa impol, dan desa keramut. Bahwa peserta acara terdiri dari Kepala Desa, Kaur Keuangan, Ketua BPD dan Ketua BUMDES.

Selain itu, Kacabjari hadir didampingi oleh Plt. Kasubsi Pidum dan Pidsus HARYS GANDA TIAR SITORUS dan Staf Intelijen dan Datun REZA RAMADANI, S.Sos, pihak kecamatan Jemaja Barat dihadiri langsung oleh Camat Jemaja Barat ZULFAHMI, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dihadiri oleh Kabid Administrasi Pemerintahan Desa M. DWI JAYA PUTERA, S.H., serta dihadiri oleh Tenaga Ahli Pendamping Desa (TAPM) Kab. Kep. Anambas Ir. IDRUS. Pada kesempatan ini,

Kacabjari menerangkan, materi berjudul Pengelolaan Dana Desa Yang Tepat Sasaran Dan Antisipasi Penyalahgunaannya Untuk Mencegah Tindak Pidana Korupsi.

“Pokok bahasan yang disampaikan yaitu seputar pengelolaan dana desa sesuai prioritas dana desa tahun 2023 yang diatur di peraturan menteri desa dan daerah tertinggal nomor 8 tahun 2022. Selain itu juga dibahas pentingnya peran BUMDES dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa,” sebutnya

Kacabjari menghimbau, kepada seluruh kepala desa se-kecamatan jemaja barat agar berhati-hati dalam mengelola keuangan desa dan diharapkan aktif dalam bertanya apabila ada permasalahan di desa

Diterangkannya lagi, Cabjari Natuna di Tarempa melalui program jaga desa siap menerima segala macam pertanyaan dan memberikan solusi hukum atas persoalan tersebut. Besar harapan dari Kacabjari agar desa-desa di kecamatan jemaja barat dapat berhasil dalam penggunaan dana desa dan tidak terjerat dalam masalah hukum.

“Nanti di akhir tahun akan diadakan evaluasi atas kinerja masing-masing desa dalam mengelola keuangan desanya dan apabila nanti ditemukan unsur niat jahat untuk korupsi maka kejaksaan tidak segan untuk menindak secara hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Kiriman: rama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News