Menelisik Kreatifitas WBP Rutan Karimun, Handicraft Berkualitas Hasilnya Berkelas

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Menjalani masa tahanan di balik jeruji besi, lantas tidak membuat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun menghentikan produktifitas.

Justru di rutan tempat para WBP menembus dosa tersebut diajarkan keterampilan baru dan mampu menghasilkan pelbagai kerajinan tangan atau handycraft yang berkualitas dan memiliki nilai jual.

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memiliki keterampilan, mampu menghasilkan pelbagai kerajinan tangan atau handycraft yang berkualitas dan memiliki nilai jual.(Foto: Istimewa)

Tidak hanya handycraft yang berkualitas saja, para WBP tersebut juga menggarap meubelair yang memiliki nilai estetika karya seni.

Kepala Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun Yogi Suhara menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut merupakan pembinaan kemandirian dari rutan Karimun.

“Pembinaan tersebut program Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, merupakan akhir dari sistem pemidanaan,” terang Yogi,

Artinya, kata Yogi dalam Sistem Tata Peradilan Pidana Terpadu (Integrated Criminal Justice System), sehingga tempat untuk melakukan pembinaan bagi para Warga Binaan (WB).

“Rutan Karimun sendiri melakukan pembinaan kemandirian serta pelatihan terhadap warga binaan dalam pembuatan meubelair dan handicraft,” ucap Karutan.

Selanjutnya, kata Yogi untuk pemesanannya, meubelair dan handicraft menggunakan sistem made by order.

“Dikarenakan ruangan bengkel (kerja) yang terbatas, sehingga dilakukan sistem made by order, yang dipesan oleh pihak perorangan,” pungkasnya.

Hasil karya warga binaan rutan Karimun, berupa meubelair dan handicraft, kata Karutan sudah dikenal dikalangan instansi Kabupaten Karimun.

“Salah satunya Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, yang rutin memesan miniatur kapal Bea Cukai,” sebut Karutan.

Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun melakukan pembinaan kemandirian serta pelatihan terhadap warga binaan dalam pembuatan meubelair dan handicraft.(Foto: Istimewa).

Dari pembinaan WBP tersebut, Karutan berharap agar mampu menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, mandiri dan tidak mengulangi tindakan pidana.

“Sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, aktif berperan dalam pembangunan serta menjalani kehidupan secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggungjawab,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News