Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Manusia



WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Dalam rangka merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 yang bertemakan “Beat Plastic Pollution”, Akar Bhumi Indonesia bersama Forum Peduli Kesejahteraan Lingkungan (FPKL) menggandeng Media partnership, WARTAKEPRI.co.id, menyelenggarakan kegiatan peringatan World Environment Day 2023.

Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan pada pesisir pantai Kampung Ambat Jaya, Desa Pangke Barat Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun berjalan meriah.

Membentuk masyarakat Kabupaten Karimun yang berwawaskan lingkungan.(Foto: Aman)

Para tamu undangan disuguhkan dengan penampilan musik akustik dan pembacaan puisi dari Cakra Budaya.

Tidak hanya itu saja, pada perhelatan bersama Forum Peduli Kesejahteraan Lingkungan (FPKL) dan Akar Bhumi Indonesia juga di turut serta menampilkan fashion show bertajuk “Duta Mangrove” besutan Anak Karimun Bersatu Untuk Negeri (AKBN).

Founder Akar Bhumi Indonesia, Hendrik Hermawan menyebut bahwa kondisi bumi sedang mengalami suatu keadaan dimana kuantitas dan kualitas lingkungan hidup cenderung merosot.

“Kondisi bumi yang cenderung memburuk, sebagian besar dipicu oleh perilaku manusia dalam beraktivitas, baik pembangunan, deforestasi, bisnis, industrialisasi dan lain-lain, tanpa mempertimbangkan keseimbangan alam,” beber Hendrik, Senin (5/6/2023).

Terlampauinya ambang batas daya
dukung tersebut akhirnya kata Hendrik menimbulkan permasalahan lingkungan hidup yang cukup kompleks, mulai dari perubahan iklim, pemanasan global, anomali alam, emisi gas rumah kaca, bencana alam, timbulnya lubang ozon, maraknya sampah plastik serta limbah di laut.

“Sebagai rumah bersama untuk segala makluk hidup, tatanan global telah melahirkan banyak kesepakatan dalam mengurangi atau menghentikan kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas manusia, korporasi ataupun negara yang dianggap mengancam kondisi bumi,” tutur Hendrik.

Mitigasi dan adabtasi terhadap perubahan iklim harus dipercepat realiasasinya, melakukan konservasi ataupun rehabilitasi lingkungan baik hutan maupun lahan di seluruh belahan dunia.

“Pemerintah Indonesia sendiri memiliki keinginan yang tinggi untuk memberikan kontribusi penurunan emisi karbon dalam upaya memenuhi target NDC (Nationally Determined Contribution) dan FOLU Net sink 2030 (Forestry and other land use),” pungkasnya.

Momentum WED 2023, sebuah event lingkungan sebagai bagian kontribusi bersama
demi lingkungan hidup yang lebih baik.(Foto: Aman)

Momentum ini masih kata Hendrik, sebuah event lingkungan sebagai bagian kontribusi bersama demi lingkungan hidup yang lebih baik.

“Besar harapan dengan kegiatan tersebut dapat membentuk masyarakat Kabupaten Karimun yang berwawaskan lingkungan,” ucap Hendrik.

Tidak hanya itu saja, pada pelaksanaan kegiatan WED tahun 2023 tersebut, mampu meningkatkan kesadaran secara fundamental pada masyarakat Kabupaten Karimun tentang pentingnya lingkungan yang bersih, aman, sehat dan berkeadilan.

“Kabupaten Karimun yang memiliki daya dukung lingkungan bagi generasi masa depan yang lebih baik lagi,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News