Ketika Rumput di Jakarta International Stadium Jadi “Politisasi” di Medsos

Jakarta International Stadium
Jakarta International Stadium

WARTAKEPRI.co.id – Sejak berita Ketum PSSI menyampaikan akan merenovasi Jakarta International Stadium (JIS) agar berstandar FIFA, Ragam komentar dari warga net hingga kalangan politisi. Tensi politik makin tinggi setelah Erick Thohir datang ke JIS bersama Menteri PUPR Basuki dan Plt Gubernur Jakarta Heru. Dan, yang menjadi perhatian adalah masalah status rumput hybrid yang dipasang oleh pihak kontraktor.

Rumput itu akan diganti dengan rumput asli agar lolos memenuhi standart FIFA. Entah, kapan akan datang penilaian FIFA itu, namun, PSSI menargetkan akan memasukan JIS sebagai Stadion pertandingan, mengingat Konser ColdPlay di GBK bersamaan dengan Piala Dunia U-17 di Jakarta.

Dikutip dari CnnIndonesia, Chairman Karya Rama Prima (KaerPe) Qamal Mutaqin mengungkapkan bukan jenis rumput Jakarta International Stadium (JIS) bermasalah tetapi kondisinya saat ini.

Hal itu diungkapkan Qamal saat dilakukannya inspeksi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di JIS pada Selasa (4/7/2023).

“Rumput jenisnya Japonica cuma ditanam di karpet sintetis. Ini masalahnya media [tanam] dangkal jadi akar tidak tembus ke bawah. Rumput itu makhluk hidup butuh sinar dan air. Air tidak terpenuhi karena akarnya dangkal, matahari tidak cukup,” ujar Qamal.

“Ini rumput butuh matahari penuh delapan jam sehari. Sedangkan yang sebelah selatan hanya setengahnya saja dari jam 09.00 sampai 14.00. Ini yg masalah. Jenis rumput [di JIS nanti] sama dengan yang dipakai di Jalak Harupat, Bung Tomo, dan Palembang,” ia melanjutkan.

Qamal pun telah menawarkan solusi kepada Menteri Basuki yakni dengan melakukan pemindahan rumput dari lapangan golf seperti di Asian Games 2018.

“Solusi kita sudah usulkan ke menteri yang bisa dilakukan adalah pindahkan rumput lapangan yang sudah jadi salah satunya dari [rumput lapangan] golf. Kayak Asian Games 2018 pindahkan rumput dari lapangan dari golf. Itu solusi paling dekat karena untuk tiga bulan. Kalau jangka panjang [harus] ganti rumput [semua],” kata Qamal.

Keunggulan Jakarta International Stadium dikutip dari laman Kompas.com dipublikasi tahun 2022

1. Kapasitas besar Stadion itu berdiri di lahan seluas 221.000 meter persegi. Jakarta International Stadium bakal memiliki kapasitas 82.000 orang. Dari kapasitas, stadion itu kira-kira bakal sama dengan kandang Real Madrid, Santiago Bernabeu Stadium di Spanyol yang kapasitasnya 81.044 orang.

2. Atap buka tutup Atap stadion dirancang agar bisa dibuka-tutup. Fitur ini disediakan agar stadion juga dapat digunakan untuk kegiatan pertunjukan indoor seperti konser musik. Dwi bahkan mengatakan atapnya bisa digunakan untuk trek jogging. Selain itu, bakal ada fasilitas ungee jumping setinggi 60 meter. Nantinya, pengunjung dapat merasakan sensasi terjun dari atap stadion ke arah lapangan.

“Jadi konsepnya sekarang, atap itu bukan penutup, tetapi atap itu adalah alas untuk berolahraga,” kata Dwi dalam acara kick off, kemarin.

3. Plasa shalat Stadion akan memiliki ruang terbuka berupa plasa yang luas yang terintegrasi dengan Taman BMW dan Danau Sunter Utara. “Ruang terbuka di sini bisa untuk shalat,” kata Dwi. Desain plasa berbetuk garis-garis yang dapat berfungsi sebagai shaf shalat, sehingga bila dibutuhkan, plasa dapat digunakan sebagai area shalat berjamaah.

4. Ramah lingkungan Dwi mengatakan bangunan dan seluruh kawasan akan mengupayakan sertifikasi green building. Targetnya, kawasan meraih grade platinum atau grade tertinggi dalam sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED).

“Kalau grade platinum artinya pengelolaan energi dan air disiapkan dengan baik termasuk air limbah ramah lingkungan dan meminimalisasi air keluar dari kawasan,” ujar Dwi. Grade platinum yang sama juga ditargetkan hadir di stadion sepakbola Tokyo yang disiapkan untuk Olimpiade 2020.

Selain itu, sisa lahan yang tak dibangun untuk stadion bakal diintegrasikan dengan Danau Sunter Utara. Ini mejadikan area stadion bisa untuk wisata air, sehingga menciptakan suasana fasilitas olahraga yang menyatu dengan alam. Selain mengakomodir fungsi olahraga, pembangunan stadion juga memperhatikan fungsi sosial bagi masyarakat sekitar, seperti penyediaan area dengan fungsi urban farming.

5. Ramah disabilitas Dari 82.000 tempat duduk, sebanyak 200 di antaranya bakal dirancang khusus untuk penyandang disabilitas. PT Jakpro juga akan menyiapkan 24 lot parkir kendaraan dan 25 toilet khusus yang ramah penyandang disabilitas.

6. Terintegrasi angkutan umum Jakarta International Stadium berada di lokasi strategis di Jakarta Utara yakni Taman BMW. Lokasi itu dilalui jalur tol lingkar dalam dan lingkar luar. Nanti moda transportasi umum bakal diperpanjang hingga wilayah ini.

Di antaranya KRL commuter line, transjakarta, moda raya terpadu (MRT), dan light rail transit (LRT). Kendati demikian, stadion tetap dibangun dengan kapasitas parkir yang besar. Parkir yang tersedia diprioritaskan bagi VVIP, VIP, atlet, dan ofisial. Tersedia sekitar 800 lot parkir mobil dan 100 lot parkir bus.

7. Terima 3 Rekor Muri. Pada minggu ke-100 sejak pembangunan dimulai, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menganugerahi tiga kategori rekor kepada stadion JIS, yakni Lifting Struktur Atap Stadion dengan Bobot Terberat, Stadion Pertama yang menggunakan Sistem Atap Buka-Tutup dan Stadion Green Building dengan Sertifikasi Platinum Pertama.

Stadion JIS termasuk stadion pertama di Indonesia yang dibangun dengan konsep keberlanjutan (sustainability). Pantas saja, stadion JIS mendapatkan sertifikasi “Green Building Grade Platinum”. Rumput stadion utama dan lapangan latihnya menggunakan “hybrid turf” sesuai standar FIFA yang bisa menyerap air lebih banyak.

Kerennya, bisa digunakan hingga 1000 jam pertandingan. Dengan luasnya yang hampir 300 ribu meter dan tinggi 70 meter, stadion JIS ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021.

Lalu bagaimana pro kontra terkait JIS ini, silahkan langsung cek di twitter.(*)

Editor : Dedy Suwadha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG