Candu dan Menggiurkan, Jadi Dalih Pria Di Karimun Nekat Edarkan Sabu Sendirian

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Setelah ketagihan mengkonsumsi barang haram narkotika berupa sabu, J (38) berinisiatif untuk mengedarkannya di wilayah Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau.

Pelbagai macam cara dan langkah dilakukan untuk menyelamatkan barang haram tersebut agar lolos dari pengawasan petugas pelabuhan.

Langkah pria yang kesehariannya bekerja di kebun sawit tersebut terhenti, saat petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, memeriksa seluruh barang bawaannya, pada Kamis (6/7/2023).

PKP EXPO
Seluruh barang bukti yang berhasil diamankan.(Foto: Aman)

“Penumpang kapal laut asal Puteri Harbour, Johor, Malaysia ini berhasil diamankan petugas KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, karena kedapatan membawa 22,5 gram sabu, selanjutnya diserahkan kepada Satnarkoba Polres Karimun,” terang Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Arsyad Riandi saat menggelar konferensi pers di aula KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, Selasa (11/7/2023).

Selama berkutat dalam peredaran narkoba, kata Arsyad, J sendiri mengaku seringkali keluar masuk melalui Puteri Harbour, Johor, Malaysia. Sudah 4 kali membawa barang yang mengandung zat methamfetamin ini.

“Dalam kasus peredaran narkotika ini, selain sebagai pemakai (pecandu) pelaku berperan sebagai kurir untuk mengantarkan barang haram tersebut kepada pembeli yang ada di wilayah Karimun,” beber Arsyad.

Arsyad menambahkan, modus operandi selundupkan sabu ke dalam handphone yang di kemas sedemikian rupa ini ditelurusi dari cap paspor milik pelaku.

“Pada bulan Februari 2023, pelaku telah membuat paspor dan masuk ke Malaysia sebulan sekali,” ucap Arsyad.

Selanjutnya kata Arsyad semua modus yang dilakukan oleh pelaku itu sama. Jadi setelah dikalkulasi hampir seluruh barang bukti sama, yakni sekitar 22,5 gram sabu.

Pelaku diserahkan kepada Satnarkoba Polres Karimun untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(Foto: Aman)

“Dapat disimpulkan bahwa pelaku selain pemakai (pecandu), berperan sebagai kurir dan juga pengedar sabu,” beber Arsyad.

Akibat dari perbuatannya, kata Arsyad pelaku akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG