Isu Munaslub Golkar dan Reaksi Ketum Airlangga Hingga Menteri Bahlil

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto Kanjuruhan Munaslub Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

JAKARTA – Dinamika politik di internal Partai Golongan Karya sedang menghangat. Ini tak lepas dari adanya desakan musyawarah nasional luar biasa dari sejumlah tokoh senior partai Golkar.

Salah satunya adalah Anggota Dewan Pakar Golkar Ridwan Hisjam. Ridwan menilai Munaslub Golkar dapat digelar bila Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak mengindahkan hasil musyawarah nasional 2019 lalu.

Munas Golkar saat itu memberikan amanat kepada Airlangga untuk maju capres di Pilpres 2024. Namun hingga kini, Airlangga belum juga mendeklarasikan dirinya sebagai capres.

PKP EXPO

Bila kondisi ini terjadi, kata dia, sama saja Airlangga mengabaikan AD/ART partai. Ia juga menegaskan proses Munaslub bukan barang haram di Partai Golkar.

“Jadi Munaslub bukan barang haram dan halal dilaksanakan. Karena ubah keputusan Munas 2019 Airlangga jadi capres itu instansinya harus Munaslub. Ini DPP mengerti enggak organisasi? Baca Anggaran Dasar baru bicara,” kata Ridwan.

Bila melihat Pasal 32 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Golkar, syarat Munaslub diadakan atas permintaan atau persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 DPD tingkat provinsi. Jumlah 2/3 dari total 34 DPD tingkat provinsi Golkar, berarti 23 DPD. Setelah menerima usulan dari DPD dan jumlahnya cukup, DPP Golkar wajib menggelar munaslub.

Lebih lanjut, Ridwan menilai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan hingga Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) berpeluang menggantikan Airlangga sebagai ketua umum Golkar bila munaslub digelar.

“Kalau saya lihat ada beberapa nama di mana? Orang yang duduk di pemerintahan, super hebat, siapa yang selevel oleh Pak Airlangga? Ya Luhut Binsar Pandjaitan, itu kalau mau dilihat yang super hebat,” kata Ridwa.

Ridwan mengatakan Luhut dan Airlangga kini sama-sama berstatus sebagai menteri koordinator di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Selain Luhut, kata Ridwan, Bamsoet hingga Agun Gunanjar Sudarsa juga potensial menggantikan Airlangga karena kini memimpin lembaga MPR.

Luhut kini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golkar. Sementara Bamsoet kini menjabat sebagai wakil ketua umum Golkar.

Reaksi Airlangga

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Airlangga merespons desakan perihal munaslub. Menurut dia, rakernas Partai Golkar sudah tuntas.

BACA JUGA Survei Litbang Kompas Mei 2023, Elektabilitas PDIP, Gerindra, PAN Naik, Golkar dan PKS Turun

“Tidak ada, tidak akan ada,” kata Airlangga menjawab pertanyaan apakah akan ada munaslub.

Ihwal desakan Dewan Pakar agar Golkar segera umumkan capres, Airlangga mengatakan, “Ya desak aja yang lain juga, kita dalam pembicaraan dan pembicaraan kan tidak bisa desak-mendesak.”

Perihal sosok Luhut dan Bamsoet yang dianggap cocok menjadi ketum Golkar, Airlangga menegaskan kalau tidak akan ada munaslub. Bagi para pihak yang berminat menjadi ketum, dia bilang akan ada munas tahun depan.

“Silakan kalau berminat jadi ketua umum Golkar ke 2024,” ujar Airlangga.

Sosok lain yang disebut-sebut sebagai kandidat ketum adalah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Apa tanggapan Bahlil terkait hal tersebut?

“Biasa itu biasa. Nanti ya nanti,” katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin. (cnbc/trand googlenews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG