Geo Politik Pertahanan Negara, Ratusan Bibit Rhizophora Apiculata Di Benamkan Satgas TMMD dan Pelajar

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pelaksanaan kegiatan non fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-117 Makodim 0317/Tanjungbalai Karimun memasuki hari ketiga.

Antusiasme para pelajar dari SMA Negeri 1 Buru dan SMPN 1 Buru serta mahasiswa Universitas Karimun, untuk peduli terhadap lingkungan bersama dengan Satgas TMMD.

Ratusan bibit mangrove jenis Rhizophora Apiculata di tanam pada pantai Pasar Lama, RT 01, RW 03, Kelurahan Buru, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun.

“Hari ini, Satgas TMMD bersama pelajar dan mahasiswa menanam 500 bibit pohon mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup,” terang Dansatgas TMMD ke-117, Letkol Inf Budianto Damanik, Sabtu (15/7/2023).

Dansatgas TMMD ke-117, Letkol Inf Budianto Damanik, menanam bibit pohon mangrove sebagai geo politik pertahanan negara, Sabtu (15/7/2023).(Foto: Istimewa)

Karena menurut Dansatgas, tanaman mangrove sebagai geo politik pertahanan negara.

“Aktivitas penanaman mangrove bermanfaat untuk aspek pertahanan negara, mengingat kondisi letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, termasuk di wilayah perbatasan Kabupaten Karimun,” paparnya.

Untuk itu, kata Dansatgas kegiatan nandur bibit mangrove ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan alam di pesisir pantai.

“Dikarenakan lokasi pantai Pasar Lama tersebut cocok untuk mendukung pertumbuhan tumbuhan mangrove. Pada umumnya jenis mangrove Rhizophora Apiculata,” beber Dansatgas.

Tidak hanya itu saja, sasaran non fisik TMMD ke-117 tersebut kata Dansatgas sekaligus mencegah abrasi laut yang sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar pulau Buru.

“Mengedukasi kepada masyarakat sekaligus mensosialisasikan untuk cinta terhadap lingkungan pantai. Dimana kita lihat bersama banyak rumah warga yang berada di bibir pantai,” tandasnya.

Salah seorang warga, bernama Selam (45) warga RT 02, RW 01, Kelurahan Buru, Kecamatan Buru menyampaikan ucapan terimakasih kepada anggota Satgas TMMD.

“Peduli terhadap lingkungan kami di sekitar pantai. Tentunya dapat meminimalisir terjadinya abrasi pantai,” kata Selam.

Penanaman pohon magrove ini banyak sekalia manfaat dan kegunaan bagi masyarakat pesisir pantai pulau Buru.

“Mata pencaharian sebagai nelayan. Masyarakat sekitar dapat mencari hewan-hewan pesisir pantai berupa kepiting, ikan dan kerang, sebagai penopang ekonomi warga. Mampu menambah pengetahuan kepada generasi muda yang cintai lingkungan,” ujar Selam.

Founder Akar Bhumi Indonesia (ABI), Hendrik Hermawan mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Satgas TMMD ke-117.

“Dengan dilaksanakannya penanaman bibit mangrove, tentunya menjadi sinyal bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai pertahanan negara, akan tepat hadir untuk wilayah pesisir dan ketahanan pulau-pulau kecil,” beber Hendrik.

Aktivitas penanaman mangrove bermanfaat untuk aspek pertahanan negara, mengingat kondisi letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, termasuk di wilayah perbatasan Kabupaten Karimun, Malaysia dan Singapura.

Untuk itu kata Hendrik perlunya kontribusi dari seluruh pihak-pihak yang harus dilibatkan demi kelestarian lingkungan pesisir.

“Begitu pentingnya pelaksanaan menanam bibit pohon mangrove bersama-sama dengan elemen masyarakat. Jadi hal ini tidak hanya tentang berapa jumlah pohon yang ditanam, akan tetapi juga tentang jumlah peserta yang dilibatkan,” tutur Hendrik.

Untuk itu kata Hendrik menjadi poin tersendiri bahwa pelaksanaan kegiatan penanaman pohon mangrove harus melibatkan banyak orang. Sehingga mampu menimbulkan kesadaran yang tinggi terhadap masyarakat sekitar.

“Tanaman yang berada di pesisir pantai, dimana Karimun sendiri memiliki pulau-pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Jadi progam selanjutnya akan difokuskan pada pulau-pulau terluar,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG