Program Tanam Serentak, Wali Nagari Aia Manggih Abdi Yusran,SH Ajak Petani Berburu Tikus di Sawah



WARTAKEPRI.co.id, PASAMAN – Pemerintah Nagari Air Manggih, kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, bersama masyarakat dan petani melaksanakan berburu tikus yang berlokasi di sawah petani Minggu (16/7/2023) pagi.

Berburu tikus merupakan salah satu rangkaian kegiatan tanam serentak yang dilaksanakan di Nagari Aia Manggih. Dalam kegiatan berburu tikus massal ini dihadiri oleh Camat Lubuk Sikaping Ferta Daforsa, SSTP, MPA,
PPUP peternakan dinas pertanian Pasaman Ade Candra dan wali nagari Aia Manggih Abdi Yusran.

Wali Nagari Aia Manggih Abdi Yusran,SH mengatakan kegiatan berburu tikus ini, bertujuan untuk membasmi tikus di sawah sehingga pada saat panen masyarakat menikmati hasil yang lebih baik. Tetapi kalau hama tikus selalu menyerang sawah maka hasil pun akan berkurang.

“Berbagai upaya terus pihak nagari memberikan dukungan terhadap kemajuan petani, salah satunya dengan cara berburu massal terjun langsung ke sawah,”kata Abdi Yusran.

Lanjut Abdi Yusran, petani juga akan sejahtera dengan cara berburu melalui racun tikus yang disediakan oleh pemerintah nagari. Selain itu air juga menjadi pendukung para petani. Maka dari itu pemerintah berupaya untuk membangun saluran irigasi sawah dengan dana Nagari.

“Kalau masyarakat siap, ia pun siap mendukung para petani. Hanya saja merubah manset yang sangat susah,”ujar ketua Forwana Pasaman ini.

Untuk itu
Wali Abdi Yusran menghimbau kepada masyarakat petani setempat terus laksanakan berburu tikus. Sebab ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan tanam serentak

“Mari bersama untuk terus melakukan pemburuan hama tikus sehingga hasil panen padi lebih baik,”ungkap Abdi Yusran.

Sementara itu, PPUP Pertenakan Dinas pertanian Kabupaten Pasaman Ade candra menambahkan progam berburu tikus ini sangat bermanfaat sekali untuk para petani, guna membasmi hama padi salah satunya tikus tersebut.

Ia juga menghimbau agar sanitasi sawah dengan bertujuan untuk mengurangi populasi tikus dan supaya pematang tidak dijadikan lubang.

“Selain berburu pakai racun tikus, petani juga diharapkan memakai teknis tanam serentak dan melestarikan ular untuk mengurangi hingga burung hantu.

Lalu pengendalian mandiri dengan membuat produk kulit jengkol bahkan cabe giling campur tepung kanji, akibatnya ketika terkena mata tikus tersebut, maka akan mengalami kebutaaan. (*)

Tulisan: Taufik Chaniago

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News