Bupati Natuna Pantau Pengerjaan Proyek Jalan Panglima Hujan di Sedanau

GALERI 24

NATUNA– Bupati Kabupaten Natuna, Wan Siswandi meninjau pekerjaan pembangunan Jalan Panglima Hujan di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Sabtu pagi, Awal Bulan Agustus.

Pembangunan ini dilakukan setelah masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Dimana badan jalan banyak berlubang dan bahkan, ketika hujan jalan itu kerap digenangi air.

Setelah beberapa kali diusulkan pembangunannya ke kabupaten, akhirnya di tahun 2023 ini pembangunan jalan tersebut dapat terealisasi.

 

Pasalnya, perbaikan jalan Panglima Hujan yang tiap tahunya mereka usulkan, kini di tahun 2023 tengah dalam proses pekerjaan.

Sebelumnya, masyarakat sering mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, dan tak jarang terjadi banjir saat musin hujan menutupi sebagian ruas jalan yang mereka lalui.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Natuna menempatkan usulan masyarakat untuk perbaikan jalan Panglima Hujan tersebut menjadi rencana pembangunan daerah skala prioritas.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi yang datang dan monitor langsung di lokasi pekerjaan, Sabtu 5 Agustus didampingi oleh beberapa kepala OPD.

Wan Siswandi juga menyampaikan beberapa hal yang membuat terlambatnya perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, salah satu faktor adalah kecilnya APBD Natuna ditambah lagi dengan adanya kasus wabah Covid-19 yang banyak menyita anggaran daerah.

“Meski terlambat, alhamdulillah kita dapat memenuhi dan melaksanakan pekerjaan jalan yang menjadi usulan dari masyarakat,”ujarnya.

Di luar jam kantor, Wan Siswandi sengaja pergi memantau langsung pelaksanaan pekerjaan, untuk memastikan semuanya dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan, sehingga kualitas jalan benar-benar sesuai dengan harapan.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Natuna, Agus Supardi menerangkan bahwa, pekerjaan tersebut untuk meningkatkan kualitas jalan, dengan menggunakan batu dan bahan material lainya sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Pekerjaan tersebut menghabiskan anggaran sekitar 1,8 milyar rupiah dari APBD Natuna.

Bukan itu saja, kata Agus, saat lelang pekerjaan, pihaknya juga menyertakan syarat agar batu dan pasir bukn saja berkualitas, namun juga harus berasal dari luar Sedanau.

“Karena Sedanau wilayahnya kecil, jadi kita ingjn pasir dan batu didatangkan dari luar Sedanau,” terang Agus.

Selain itu , Dinas PU juga meminta pelaksan kegiatan menggunakan alat utama pekerjaan berupa mobil mixer atau mobil molen dengan kapasitas 3 M3 (meter kubik) dan eskavator untuk memasukan material pasir dan batu ke mobil mixer.

“Penggunaan mobil mixer, akan memberikan keyakinan kita sehingga campuran bahan bahan akan menjadi lebih baik, juga untuk mensiasati perubahan cuaca, jika terjadi hujan dalam waktu yang lama,” tutup Agus.

Sedanau

Pulau Sedanau merupakan salah satu gugusan pulau-pulau yang terletak diwilayah Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, yang tepatnya berada diposisi sebelah barat dari Pulau Bunguran (Natuna).

Pulau Sedanau ini termasuk salah satu pulau terluar yang terletak digaris perbatasan wilayah negara Indonesia yang berbatasan dengan beberapa negara jiran seperti Malaysia dan Tiongkok yang terletak diperairan laut china selatan. pulau ini merupakan pulau yang berada didaerah perairan laut lepas yang memiliki kekayaan dari penghasilan Sumber Daya Alam laut berupa ikan,sotong dan ekosistem laut lainnya dan pesona keindahan terumbu karang.

Sedanau ini memiliki ke indahan alam yang luar biasa,disamping miliki garis pantai yang berpasir yang membentang panjangnya sekitar 500 meter,yaitu pantai Pasir Marus yang sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat sebagai obyek wisata utama di Pulau Sedanau, air lautnya sangat masih asli bersih jauh dari pencemaran dan juga di hiasi dengan beraneka ragam jenis terumbu karang yang indah dan sangat cocok untuk wisata bahari (wisata menyelam).

Disamping itu, selain terkenal dengan keindahan kotanya yang berada di atas permukaan laut (Kota Terapung), Sedanau juga terkenal dengan pusat perdagangan, hampir di sepanjang jalan pelantar, berdiri bangunan rumah toko (ruko) yang menjual aneka barang, mulai dari toko pakaian, toko kelontong serta toko material.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News