Pengakuan Terduga Teroris Dananjaya Ketika Ditanya Islah Bahrawi, Sejak SMK Tekuni Wahabi-Salafi

Pengakuan Terduga Teroris Dananjaya Ditanya Islah Bahrawi
Pengakuan Terduga Teroris Dananjaya Ditanya Islah Bahrawi

JAKARTA – Pegawai BUMN di PT KAI bernama Dananjaya Erbening alias DE ditangkap Densus 88 AT Polri di wilayah Bekasi Utara. Pegawai PT KAI bernama Dananjaya Erbening itu ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam radikalisme dan terorisme. Lalu apa motif Dananjaya memiliki senjata, dan itu dijawab oleh Islah Bahrawi yang diposting di twitter.

Dananjaya Erbening diduga merupakan seorang teroris dan pendukung jaringan teroris ISIS. Bahkan, Dananjaya Erbening memiliki rencana untuk menyerang Mako Brimob dan Markas TNI. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Aswin Siregar.

“(DE) Memiliki rencana atau niatan untuk melakukan aksi kembali ke Mako Brimob Kelapa Dua dan Mako Brimob yang di Jawa Barat,” kata Aswin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/8/2023).

Lalu, Rabu 16 Agustus 2023, melalui akun twitter Islah Bahrawi Official @islah_bahrawi Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, yang juga tenaga ahli Mabes Polri mengatakan karyawan PT KAI yang merupakan tersangka teroris Dananjaya Erbening alias Danan alias Abu Nibras, diketahui pada tahun 2018 melihat kerusuhan di Mako Brimob melalui televisi.

Dia lalu terinsipirasi dan terbangun militansinya untuk melakukan aksi teror dengan mencari informasi jual beli senjata api. Sejak itu Danan mulai menekuni bongkar-pasang dan jual-beli senjata api.

Setelah memiliki beberapa senjata api, Danan melakukan latihan menembak di Gunung Geulis 2 bulan sekali selama masing-masing 6 jam dengan menggunakan senjata Baikal Makarov. Tujuannya untuk melakukan penyerbuan ke Mako Brimob Kelapa Dua sesuai apa yang pernah ditonton di televisi tentang kerusuhan di lokasi yang sama 5 tahun lalu itu.

Danan juga terinspirasi film propaganda ISIS tentang pertempuran Ghuwairan (pembebasan Napiter di Suriah). Dia berhasrat untuk membebaskan Napiter yang ditahan di Mako Brimob dengan menggunakan senjata api laras panjang dan pendek. Dalam rencananya, dia akan merebut senjata di gudang Brimob untuk dibagikan kepada Napiter dan berperang melawan polisi secara bersama-sama.

Sesuai pengakuannya, Danan mulai menekuni ajaran ideologi Wahabi-Salafi sejak menjadi siswa di SMK 7 Bale Endah, Bandung. Dia rajin mengunjungi kajian ustadz William Maksum pada kisaran tahun 2010 di masjid Al-Hidayah, Komplek Bumi Sari Indah, Bandung. Sejak itu dia meyakini bahwa Indonesia adalah Toghut, karena tidak menggunakan Syari’ah Islam sebagai hukum negara.

William Maksum sendiri telah ditangkap oleh Densus 88 pada tahun 2013 terkait jaringan Abu Roban (kelompok Cipacing). Ketika itu Densus 88 melakukan penggerebekan di rumah Anda Suhanda sampai akhirnya terjadi baku tembak. Tiga teroris tewas, sementara satu orang lainnya ditangkap hidup-hidup. William Maksum bebas tahun lalu dan telah menyatakan sumpah setia terhadap Pancasila dan NKRI.

Dari hasil interogasi yang dilakukan, Danan hingga hari ini masih meyakini ajaran agama yang telah dia dapat sejak 13 tahun lalu itu. Menurutnya, dunia Islam hari ini sudah penuh dengan Bid’ah, sementara praktik kehidupan Islam di Indonesia sudah bercampur baur dengan kebiasaan-kebiasaan orang Kafir.

“Sebagai contoh”, katanya dengan tegas, “Yasinan di malam Jum’at adalah Bid’ah dan merupakan warisan kaum jahiliyah.”

Silahkan Ikuti Kami di https://www.facebook.com/FBWartaKepri/

Pernyataan Danan lainnya adalah pengharaman terhadap acara peringatan Maulid Nabi. Memainkan atau mendengarkan musik serta berdoa di atas kuburan adalah perbuatan yang juga haram karena telah menjurus kepada duplikasi budaya orang Yahudi dan kaum Kafir lainnya.

Untuk mendobrak semua kemungkaran perilaku umat Islam di Indonesia tersebut, Danan lalu memutuskan untuk melakukan jihad. Menurutnya, salah satu tindakan Jihad adalah membunuh orang Kufur sebanyak-banyaknya sebelum dia sendiri “mati Syahid” dan masuk sorga untuk bertemu 72 bidadari.

Diakhir postingannya, dituliskan juga (Proses interogasi ideologi terhadap tsk. Dananjaya Erbening alias Danan alias Abu Nibras direkam secara audio dan dokumen tertulis)

Editor Redaksi WartaKepri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG