Hengkang Dari PKB, Donna: Sebuah Tantangan Gabung ke Golkar, Bacaleg DPRD Provinsi

Ketua DPD Partai Golkar Karimun, Aunur Rafiq menegaskan kepada seluruh bacaleg dari Partai Golkar, untuk berpolitik yang santun dan cerdas. Etika politik mutlak diperlukan bagi para caleg, perkembangan kehidupan berpolitik.(Foto: Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Dirasa sudah cukup dan mumpuni dengan mengayomi masyarakat Karimun, mantan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Charli Donna, kini resmi bergabung dengan Partai Golkar.

Bergabungnya Donna ke Partai berlambang pohon beringin tersebut bukan tanpa sebab. Dengan dukungan dari suami beserta keluarga besarnya, ia akan bergabung Partai Golkar sebagai caleg DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

“Mengembangkan diri dan potensi. Siap maju sebagai caleg DPRD Provinsi mengayomi masyarakat,” terang Donna, saat resmi bergabung ke Partai Golkar dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA), Selasa (15/8/2023).

Menurutnya banyak pertimbangan-pertimbangan sebelum dirinya hengkang dari Partai besutan Muhaimin Iskandar tersebut.

“Partai sebelumnya memang baik dan besar. Tapi pada intinya setelah saya menimbang dan telusuri akhirnya saya putuskan untuk bergabung ke Partai Golkar,” ujarnya.

Menjadi anggota DPRD Provinsi kata Donna merupakan sebuah tantangan, perlu banyak ide-ide kreaktif untuk menciptakan sebuah terobosan baru kedepannya.

“Mari kita bersatu padu saling menyemangati, saling terbuka, bersama-sama memecahkan masalah, bersama-sama kita mencari solusi,” ucap Donna.

Dengan tantangan dan hambatan yang dihadapi semakin besar, maka kata Donna keterbukaan akan menjadi mudah, dan ide-ide baru pun akan bermunculan, pada intinya demi kemajuan bersama.

“Demi kemajuan dan kemakmuran, khsusunya seluruh masyakarat Kabupaten Karimun dan Kepulauan Riau pada umumnya,” sebut Donna.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ketua DPD Partai Golkar Karimun, Aunur Rafiq menegaskan kepada seluruh bacaleg dari Partai Golkar, untuk berpolitik yang santun dan cerdas.

“Etika politik mutlak diperlukan bagi para caleg, perkembangan kehidupan berpolitik,” ungkap Rafiq.

Karena menurutnya, etika berpolitik merupakan prinsip pedoman dasar yang dijadikan sebagai pondasi pembentukan dan perjalanan roda pemerintahan yang ada.

“Bersama-sama marilah menjaga silaturahmi rasa kekeluargaan, hilangkan perasaan-perasaan yang sensitif dan negatif,” harap Rafiq.

Dirinya juga mengingatkan untuk jangan mudah tersinggung, terlebih sesama caleg. Hindari dugaan-dugaan negatif, masuk ke wilayah dan menganggapnya sebuah kompetitor, persaingan.

“Etika berpolitik harus menjadi pedoman utama dengan politik santun, cerdas. Dalam berpolitik pun harus mengedepankan etika dan moral, salah satunya ditandai dengan kedewasaan saat berdialog dan juga dapat menomorduakan kepentingan pribadi atau kelompok,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG