HUT Kemerdekaan, 371 Napi Tbk Terima Remisi, 80 Persen Kasus Narkoba, Langsung Bebas Nihil

Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, Yogi Suhara beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Karimun, memberikan remisi kepada salah seorang narapidana dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 tahun 2023.(Foto: Aman)
HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau pada tahun 2023 telah memberikan remisi umum kepada 3.222 orang warga binaan.

Pemberian remisi umum terdiri dari 3.187 orang narapidana dan 35 orang anak binaan tersebut dalam rangkaian memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tahun 2023.

Untuk Narapidana( Napi) Rutan kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau sendiri, sebanyak 371 orang memperoleh pemotongan masa hukuman atau remisi pada momentum HUT Kemerdekan Republik Indonesia ke-78, tahun 2023.

Syarat-syarat narapidana dalam pemberian remisi diatur dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 7 tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat.

“Pemberian remisi merupakan wujud negara hadir dengan memberikan penghargaan atas segala pencapaian positif bagi Narapidana dan Anak Binaan serta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” terang Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjungbalai karimun, Yogi Suhara, Kamis (17/8/2023).

Dari 371 orang narapidana yang memperoleh remisi umum pada HUT Kemerdekaan RI ke-78 tahun 2023 ini, kata Yogi keseluruhannya, untuk besaran remisi bervariasi, yakni mulai dari 1 hingga 5 bulan.

Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun memberikan remisi kepada 371 orang narapidana. Masa potongan tahanan bervariasi yakni antara 1 hingga 5 bulan.(Foto: Aman)

“Masing-masing warga binaan rutan yang memperoleh remisi, 1 bulan 53 orang, 2 bulan 92 orang, 3 bulan sebanyak 148 orang, 4 bulan sebanyak 54 orang, 5 bulan ada 24 orang,” paparnya.

Sedangkan yang langsung bebas kata Yogi tidak ada, dan 80 persen didominan (dominasi) kasus narkoba.

“Paling banyak napi pada kasus narkoba, dan lainnya bercampur, mulai dari kasus pencabulan, penipuan dan lain sebagainya,” beber Yogi.

Pada kesempatan tersebut Yogi berpesan bagi para narapidana yang masih menjalani pembinaan di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, untuk selalu mentaati tata tertib selama dalam menjalani pembinaan.

“Karena pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam Rutan merupakan bekal hidup saat bebas nanti.

“Dan kepada narapidana yang sudah dinyatakan bebas agar kiranya dapat memanfaatkan pelatihan pembinaan yang telah diperoleh selama menjalani pidana sehingga dapat menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News