Kisah Sani Warga Karimun Terlantar di Bekasi

Dengan penuh semangat, Briptu Rino menggendong Sani
Sani (70) warga Baran 1, Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau yang ditemukan Bhabinkamtibmas di kawasan Jatibening Kota Bekasi, diduga ditelantarkan oleh sang istri dan anak-anaknya.(Foto: Istimewa)
HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Nasib malang dialami oleh Sani (73), warga Baran 1 RT. 005/RW. 002, Kelurahan Baran, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pria tua renta yang hilang sejak tahun 2013 ini, hidupnya terlantar diperantauan.

Kisah haru tersebut diungkapkan oleh adik kandung Sani, yakni Rusnah (56).

“Sudah 10 tahun tidak ada kabarnya, sungguh miris, Alhamdulillah dapat dijumpai oleh Bhabinkamtibmas Jatibening Bekasi dalam keadaan terlantar,” kata Rusnah dengan nada kesal, Kamis (7/9/2023).

Rusnah menambahkan, pihak keluarga pun heran kepada istrinya Sani, yaitu Titin yang membiarkan abang kandungnya tersebut terlunta-lunta diperantauan.

“Selama ini tidak ada komunikasi, terakhir kali tahun 2013 itulah berjumpa dengan abang kandung saya. Selanjutnya tidak ada kabar lagi, nomor handphonenya pun sudah tidak aktif lagi,” ucap Rusnah.

Rusnah bersama keluarga pun akhirnya merasa kecewa. Mengapa Sani dibiarkan begitu saja, tidak diurus sewaktu berada di Bekasi.

“Padahal secara finansial dan ekonomi, Sani tergolong mampu,” sebut Rusnah.

Rusnah mengenang awal mulanya Sani tidak dapat dihubungi. Sejak menikah dengan janda bernama Titin, yang memiliki 4 orang putra.

“Kepada keluarga, Sani berpamitan untuk mengadu nasib ke Kota Bekasi bersama istrinya, yakni untuk berjualan,” kenang Rusnah.

Rusnah bersama keluarganya pun merasa senang dan bersyukur, akhirnya Sani dapat kembali pulang ke Tanjungbalai Karimun dalam kondisi selamat.

“Alhamdulillah dapat berkumpul bersama keluarga tercinta, setelah 10 tahun tanpa kabar,” ujar Rusnah mengakhiri.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News