Teka Teki Kenapa Jokowi Ikut Hadiri Saat Relawa Projo Deklarasi Capres Prabowo

Relawan Projo Deklarasi Capres Prabowo 22
Relawan Projo Deklarasi Dukung Capres Prabowo
HARRIS BARELANG

JAKAARTA – Relawan Pro Jokowi ( Projo ) resmi mendeklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden di Pemilu 2024. Deklarasi dukungan disampaikan di rumah kediaman Prabowo. Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyatakan dukungan dengan simbol memberikan baju dan status anggota Projo untuk Prabowo.

“Kami dari Projo ingin menganugerahkan anggota kehormatan Projo bagi Bapak Prabowo Subianto,” ujar Budi di kediaman Prabowo yang terletak di Jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu (14/10/2023).

Prabowo menyambut dukungan ini dan menganggapnya sebagai sebuah kehormatan. “Adalah suatu kehormatan kita bisa memberi bakti kita kepada bangsa dan negara” kata Prabowo.

Saat deklarasi dari Projo tersebut, Prabowo bercerita bagaimana selama 10 tahun ke belakang ia merupakan rival politik Joko Widodo. Meski bersaing, ia mengaku tetap bersahabat dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Saat Jokowi mengalahkan Prabowo dalam Pemilu 2014, ia datang ke rumah Prabowo.

Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo melihat bagaimana Jokowi berpihak pada rakyat kecil. Selain itu juga berani membela kepentingan nasional meski ditekan negara lain.

“Karena itu, saya sepenuh hati bersatu dengan beliau. Tidak setengah hati, tidak di depan lain di belakang lain. Saya bukan orang seperti itu,” katanya.

Teka Teki Ojo Kesusu

Sebelumnya, agenda Rakernas Projo yang dihadiri Presiden Jokowi batal mengumumkan deklarasi calon presiden dan calon wakil presidennya pada hari ini. Jokowi menyampaikan agar para relawan Projo bersabar menunggu calon presiden pilihannya.

“Sudah saya sampaikan, ojo grusa-grusu. Kedua saya sampaikan, ojo kesusu. Ketiga saya sampaikan jangan tergesa-gesa. Nanti kalau sudah tiba waktunya, semuanya akan tahu,” kata Jokowi di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2023).

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan capres pilihannya pun tak ada di lokasi saat ini.

“Masih sabar menunggu gak? Jangan mendesak-desak untuk hari ini saya ngomong siapa. Karena juga orangnya enggak ada disini,” kata Jokowi sembari tersenyum.

Sosok calon presiden yang tak hadir kemungkinan merujuk pada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dalam pembukaan pidato, Jokowi sempat menanyakan ketidakhadiran Prabowo di lokasi acara.

“Pak Ketua Umum (Gerindra) enggak hadir,” kata Jokowi.

Ketua Umum Relawan Pro Jokowi, Budi Arie Setiadi, menyatakan Projo sudah sepakat mendukung Prabowo meski Rakernas tanpa deklarasi.

“Dari pandangan teman-teman di Indonesia, Projo sudah sepakat mendukung Prabowo. Sesuatu yang sudah jelas tidak usah dipikirkan lagi,” kata Budie.

Dalam acara Relawan ini, terlihat juga Wali Kota Surakarta (Solo) Gibran Rakabuming Raka yang disebut-sebut sebagai bakal cawapres Prabowo. Gibran sempat menyalami dan mengobrol dengan para Ketum Parpol pendukung Koalisi Indonesia Maju.

Namun, Gibran hanya sekitar 15 menit di lokasi. Sebelum Jokowi tiba, dia meninggalkan GBK.

BACA JUGA Ketum Projo Budi Arie Setiadi akan Jadi Menkoinfo dan Nezar Patria Wamenkominfo

Gibran Jadi Kandidat Cawapres

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah mengerucutkan nama bakal calon wakil presidennya menjadi empat nama. Hal tersebut merupakan hasil rapat pimpinan Koalisi Indonesia Maju di kediaman Prabowo, Jakarta, Jumat (13/10/2023).

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengungkapkan salah satu nama yang masuk adalah Wali Kota Solo sekaligus putera sulung Presiden Joko Widodo yakni Gibran Rakabuming Raka.

“Iya salah satunya (Gibran),” kata Fahri kepada wartawan di kediaman Prabowo, Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (13/10/2023).

Fahri menganggap Gibran memiliki potensi mengerek suara sekaligus memenangkan Prabowo. Menurut Fahri, Gibran memiliki kapasitas untuk memimpin wilayah dan berpeluang untuk menjadi lumbung suara dari segmen pemilih generasi muda.

Kemungkinan Cawapres Prabowo Erick Thohir

Deklarasi Relawan Projo untuk Capres Prabowo Subianto disampaikan oleh Ketum Proko Budi Arie, dengan asumsi kuat cawapresnya adalah Gibran. Namun, keputusan bahwa batas usia Capres dan Cawapres dari informaasinya dari Mahkamah Konstitusi akan diumumkan Senin 16 Oktober 2023, kacamata redaksi WartaKepri dari berbagai diskusi dengan sejumlah pihak, kuat dugaan Gibran tidak dipaksa menjadi Cawapres Prabowo. Gibran akan didorong untuk menjadi Gubernur di DKI Jakarta atau di Jawa Tengah.

Sedangkan, sosok yang akan kuat menjadi Cawapres Prabowo akan mengerucut ke Menteri Erick Thohir. Sosok menteri kesayangan Jokowi, netral dekat dengan NU dan Muhammadiyah serta dapat meneteralkan niat para ketua Partai pendukung Prawobo seperti, Airlangga Hartarto, AHY, Yusril Ihza Mahendra dan ketum Partai lainnya.

Jadi teka teki kenapa Jokowi tidak hadir dalan Deklarasi Projo untuk Capres Prabowo, salah satu jawabannya analisa diatas. Jawaban lainnya, dan pasti yang mendasari Presiden Jokowi tidak hadir lebih menjaga stabilitas keamanan politik hingga dirinya lengser ke prabon dengan kondisi tidak “Lame Duck” dihajar Politisi di Partai PDIP. (*)

Sumber : KataData/ Opini Redaksi
Editor : Dedy Suwadha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG