Pihak PUPRP Kepri Menyayangkan Pemberitaan Salah Satu Media Online Yang Kurang Membangun

GALERI 24

WARTAKEPRI.co.id, Bintan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Dan Pertanahan (PUPRP) Kepri, Abu Bakar menyayangkan pemberitaan disalah satu media yang menyatakan pembangunan lanjutan gedung kantor Badan Intelejen Negara (BIN) Program Penataan Bangunan Gedung berlokasi di Kota Batam, diduga kuat sarat korupsi. Rabu, (22/11/2023).

Melalui pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nuzul, dikatakannya, pemberitaan tersebut sangatlah berlebih, sebab dalam pemberitaan disalah satu media tersebut, praduga dan peryataan yang tidak diketahuinya menjadi materi pemberitaan yang telah diterbitkan, yang mana pemberitaan tersebut tidak terkonfirmasi.

Sebagai Pejabat PPK Nuzul mengatakan, pemberitaan tersebut pihaknya tidak membantah ataupun mengiyakan pemberitaan tersebut, sebab dikatakannya, pemberitaan tersebut dirinya belum mengetahui jelas isi dan maksut tujuan dari pemberitaan tersebut, namun dikatannya dirinya sedikit menyayangkan Judul dari pemberitaan tersebut.

Menurut Nuzul, pihaknya sangat terbuka untuk pemberitaan keterbukaan publik, begitu pula PUPRP Kepri sangatlah senang bila ada masukan dan teguran positif yang sifatnya membangun dari masyarakat Kepri.

Selanjutnya, Nuzul menguraikan Pemerintah Provinsi Kepri melakukan pekerjaan Kantor BIN secara bertahap, dan dikatannya pula pekerjaan saat ini adalah tahap ketiga,

Menurut pengakuan Nuzul, pemberitaan jumlah nilai pagu yang diterbitkan memang betul, namun beberapa item yang disanggahkan belum ada masuk dalam pekerjaan tahap ketiga, adapun item pekerjaan tahap ketiga yakni, Lokasi Parkir dalam, jendela dan pintu, Rolling door, dan pengecatan.

Berjalannya waktu dikatakan Zul, pekerjaan dilapangan ternyata diperjalanan masih ada Adendum, penambahan pemasangan Drainase gorong-gorong.

“Jumlah nilai pagu yang diberitakan, sebesar Rp. 1.693.140.000 memang betul, hanya saja ada beberapa item yang ditulis media tersebut, namun sebenarnya tidak ada dalam item pekerjaan yang dilakukan, “kata Nuzul

Menurut Zul pula, di adendum ada pekerjaan tambah kurang, yang mana dalam pelaksanaan tidak mengurangi nilai pagu yang dikontrak, hanya menambah item pengerjaan Drainase.

Zul juga mengatajan, pembangunan Kantor BIN dilakukan secara bertahap, dimana tahap pertama Struktur, arsitektur dan tahap ketiga penyelesaian arsitektur, sedangkan untuk keramik, plafon, nikel-nikel dan WC belum masuk, jadi seperti pemberitaan tersebut tidak benar adanya.

Dikatakan Zul, pekerjaan yang dilakukan saat ini adalah, Rolling door, jendela dan pintu, pengecatan, Drainase, Ram bagian belakang.

Diakunya, untuk pekerjaan Ram bagian depan memang belum dikerjakan, karena menurut Zul, anggaran sebesar Rp. 1.693.140.000 untuk merapikan bagian dalam, agar bangunan dapat terjaga sehingga tidak disalah gunakan,

“Kalau bangunan sudah berpintu kan lebih baik, sehingga lokasi tersebut dapat selalu terjaga, dan orang tidak menyalah gunakan tempat, “tagasnya.

Lanjutnya, “kalau loksi tersebut menjadi tempat yang tidak-tidak, jadinya bangunan tersebut seperti bangunan tidak bertuaan, “pungkas Zul

Pengirim: Agus Ginting.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News