Kanwil DJBC Kepri Tegah Rokok Ilegal Senilai Rp 14 Miliar

Kanwil DJBC Khusus Kepri berhasil menegah KM Labuan sarat bermuatan rokok ilegal senilai Rp 14 miliar.(Foto: Istimewa)


WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kanwil DJBC khusus Kepulauan Riau bersama tim satuan patroli Bea Cukai Direktorat P2 berhasil menegah KM Labuan bermuatan rokok ilegal, Senin (20/11/2023).

Kapal sarat dengan muatan jutaan batang rokok ilegal di Perairan Singapura tersebut ditaksir mencapai Rp 14 miliar.

“Keberhasilan Kanwil DJBC Khusus Kepri dalam penindakan barang ilegal senilai Rp 14 miliar di Perairan Singapura tersebut merupakan pencapaian yang signifikan,” terang Kakanwil DJBC khusus Kepulauan Riau, Priyono Triatmojo, Minggu (26/11/2023).

Priyono Triatmojo membeberkan kronologis penegahan berawal dari informasi terkait kapal berbendera Indonesia melakukan kegiatan bongkar muat barang ilegal di perairan Singapura.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, selanjutnya Satuan tugas patroli laut melakukan penyelidikan terhadap KM Labuan, pada jalur pelayaran yang akan dilintasi,” ujar Priyono

Selanjutnya, masih kata Priyono memasuki tengah malam, Satgas patroli menemukan objek berupa kapal kayu di perairan Selat Singapura.

“Tanpa membuang waktu Satgas patroli langsung melakukan pengejaran dan segera melakukan pemeriksaan terhadap KM Labuan tersebut,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara pada KM Labuan tersebut, kata Priyono, petugas berhasil menemukan 625 karton yang berisi rokok ilegal.

“Selanjutnya tim Satgas patroli membawa KM Labuan menuju Kanwil DJBC Khusus Kepri untuk diproses lebih lanjut,” ungkapnya.

Untuk jumlah rokok ilegal yang diselundupkan masih kata Priyono mencapai 6.250.000 batang dengan pelbagai merek, sehingga potensi kerugian negara mencapai Rp 14 Miliar.

“Kapal yang membawa muatan ilegal tersebut diduga telah melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006, tentang Kepabeanan jo UU Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai,” beber Priyono.

Pada penegahan terhadap barang ilegal tersebut, kata Priyono turut diamankan 5 orang ABK untuk dimintai keterangan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap 5 orang ABK, seorang berinisial SLM telah ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Priyono.

Sepanjang tahun 2023 sendiri, ungkap Priyono, Kanwil DJBC Khusus Kepri telah melakukan 79 kali operasi terkait pemberantasan rokok ilegal.

“Total keseluruhan disita sebanyak 40.081.546 batang rokok dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 59 miliar,” sebut Priyono.

Pada operasi tersebut, kata Priyono merupakan komitmen Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau dalam menindak tegas terhadap peredaran rokok ilegal.

“Mendukung penegakan hukum serta menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News