Peran Penting Almugera Kabar, Penentu Jerman Juara Piala Dunia U-17 2023

Timnas Jerman U-17
Timnas Jerman U-17 berhasil keluar sebagai pemenang Piala Dunia U-17 2023 setelah mengalahkan Prancis U-17 lewat adu penalti dengan skor 4-3


PIALA DUNIA U17, SOLO – Timnas Jerman U-17 berhasil keluar sebagai pemenang Piala Dunia U-17 2023 setelah mengalahkan Prancis U-17 lewat adu penalti dengan skor 4-3. Pahlawan kemenangan Jerman U17 ditentukan melalui tendangan Almugera Raouf Mohammed Kabar yang merupakan penendang ke-6. Sosok Almugera Kabar pun sangat mati matian mempertahankan skor 90 + 10 menit tetap imbang 2-2.

Almugera Kabar
Almugera Kabar

Pasalnya, Jerman yang unggul babak kedua pertengahan skor 2-1 harus bermain 10 orang akibat akumulasi kartu kuning pemain Jerman. Bahkan, gol penyama Prancis dicetak pada menit 85.

Almugera Kabar, berulang kali menghadang dan menjatuhan pemain Prancis U17 dengan berbagai cara, tak peduli mendapat kartu kuning, hingga detik terakhir tambahan 10 menit dari wasit, Almugera Kabar terlihat menjatuhkan pemain Prancis di kota penalty saat merebut bola di sisi kanan kiper Jerman. Sedangkan, para pemain Jerman lain terlihat juga bermain bertahan dan seakan pasrah akan kalah di partai Final.

Ternyata, upaya tersebut membuahkan hasil, skor 2-2 dan harus diakhir dengan adu Penalti. Dan, lagi lagi sosok Almugera Kabar terus berdoa seperti umat Muslim, ketika kawan kawannya akan menendang bola. Bahkan 2 tendangan gagal penalti Jerman dan Prancis, terlihat sorotan kamera Almugera Kabar harus sujud kerumput ketika kawan gagal menendang, dan begitu juga dengan tendangan lawan. Hingga akhirnya, tibalah giliran algoji ke 6 Almugera Kabar memendang dan akhirnya membuahkan gol kemenangan dan sontak seluruh pemain mengerubuni Kabar.

Laga Babak Pertama

Bermain di Stadion Manahan, Solo, Timnas Jerman U-17 langsung tampil menekan. Anak asuh Christian Wuck langsung tancap gas untuk mencetak gol.

Baru tiga menit laga berjalan, Timnas Jerman U-17 berhasil membobol gawang berkat tendangan Paris Brunner, namun gol itu dianulir wasit karena dalam proses terciptanya gol itu, penggawa Jerman sudah berada di posisi offside.

Dominasi Jerman terus berlanjut. Prancis di laga ini hanya mengandalkan serangan-serangan balik ke gawang Jerman. Peluang berbahaya Prancis lahir di menit 21 melalui tendangan Simon Bouabre, namu bola berhasil ditepis oleh Heide.

Petaka datang bagi Prancis di menit ke-23 saat bek Prancis melanggar Bilal Yalcinkaya di kotak penalti. VAR dan wasit memeriksa cukup lama insiden tersebut sebelum memutuskan bahwa insiden itu adalah penalti.

Paris Brunner yang ditunjuk sebagai algojo sukses melakukan tugasnya dengan baik. Alhasil Jerman unggul 1-0 atas Prancis. Gol tersebut membuat Jerman semakin percaya diri. Mereka terus membombardir gawang Prancis.

Di masa injury time, Paris Brunner lagi-lagi nyaris mencetak gol melalui tembakan melengkungnya, namun sayang bola berhasil ditangkap sempurna oleh Paul Argney. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

BACA JUGA Sejarah Baru, Timnas Mali Juara Tiga Piala Dunia U-17 2023 Setelah Kalahkan Argentina

Laga Babak Kedua

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan tidak berubah banyak. Jerman langsung tancap gas sejak pertandingan dimulai.

Baru enam menit babak kedua berjalan, Jerman berhasil menambah keunggulan mereka. Berawal dari skema serangan balik, Paris Brunner yang gagal mengontrol sempurna umpan dari sisi kanan, meneruskan bola ke sisi kiri, dan bola disambar Noah Darvich dan bola mengenai kaki Argney dan masuk ke gawang Prancis. Jerman unggul 2-0 atas Prancis.

Prancis langsung memberikan balasan instan usai gol tersebut. Adalah Saimon Baibre yang menyusuri lini pertahanan Jerman dari sisi kiri, menusuk masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh dan masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-1.

Jalannya pertandingan semakin menarik. Jual beli serangan terjadi di antara kedua tim di laga ini. Di menit ke-69, keseimbangan pertandingan berubah. Winners Osawe mendapatkan kartu kuning kedua sehingga Jerman harus bermain dengan 10 pemain.

Unggul jumlah pemain tidak disia-siakan Prancis. Les Bleus terus membombardir gawang Jerman, sementara Der Panzer dipaksa bertahan di laga ini.

Setelah melakukan sejumlah percobaan, Prancis berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-85. Berawal dari umpan tarik Gomis dari sisi kanan disambar oleh Mathis Amagou yang tidak terkawal dan bola masuk ke gawang Prancis. Skor berubah menjadi 2-2.

Hingga masa injury time, jual beli serangan terjadi antara kedua tim. Tidak ada gol yang tercipta sehingga laga dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, Prancis mendapatkan kesempatan untuk mengeksekusi terlebih dahulu. Penendang pertama mereka, Joachim Sanda sukses melakukan tugasnya. Sementara penendang pertama Jerman, Paris Brunner Eric Da Silva gagal melakukan tugasnya.

Penendang kedua Prancis, Bouneb berhasil melakukan tugasnya. Sementara penendang kedua Robert Ramsak berhasil melakukan tugasnya dengan baik, sehingga kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Prancis.

Penendang ketiga, Nhoa Sangui gagal melakukan tugasnya setelah tendangannya mengenai mistar gawang. Sementara penendang ketiga Jerman, Max Moerstedt sukses memperdaya kiper Prancis sehingga kedudukan sama kuat 2-2.

Penendang keempat Prancis, Bastien Meupiyou eksekusinya berhasil dipatahkan oleh Heide. Sementara penendang keempat Jerman, Fayssal Harchaoui berhasil melakukan tugasnya sehingga Jerman berbalik unggul 3-2.

Penendang kelima Prancis, Joan Trinces melakukan tugasnya dengan sempurna. Sementara penendang kelima Jerman, Paris Brunner gagal melakukan tugasnya sehingga kedudukan sama kuat 3-3.

Penendang keenam Prancis, Tidiam Gomis gagal melakukan tugasnya. Sementara penendang keenam Almugera Kabar sukses melakukan tugasnya sehingga Jerman menang dengan skor 4-3

Timnas Jerman U-17 (4-2-3-1):
Konstantin Heide; Eric da Silva Moreira, Finn Jeltsch, David Odogu, Maximilian Hennig; Fayssal Harchaoui, Winners Osawe; Bilal Yalcınkaya, Noah Darvich, Paris Brunner; Max Moerstedt. Pelatih: Christian Wuck

Timnas Prancis U-18 (4-1-4-1):
Paul Argney; Aymen Sadi, Bastien Meupiyou, Joachim Kayi Sanda, Yvann Titi; Mathis Amougou; Ismail Bouneb, Fode Sylla, Saimon Bouabre, Tidiam Gomis; Mathis Lambourde. Pelatih: Jean-Luc Vannuchi

Sejarah Juara Piala Dunia U17

Hingga 2019, tercatat ada sembilan negara yang berhasil meraih trofi Piala Dunia U-17 yakni Nigeria, Brasil, Ghana, Meksiko, Perancis, Rusia, Arab Saudi, Swiss, dan Inggris.

Nigeria menjadi negara tersukses dengan torehan lima trofi (1985, 1993, 2007, 2013, 2015), disusul Brasil yang meraih empat trofi (1997, 1999, 2003, 2019).

Sejarah lain, Jerman berhasil mengawinkan dua gelar Piala Eropa U-17 2023 dan Piala Dunia U17 2023.

Laga ini sendiri merupakan ulangan final Piala Eropa U17 2023 lalu. Jerman secara dramatis menang adu penalti 5-4.(*/bolanet)

Editor : Dedy Suwadha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News