Wujudkan Budaya Hukum Hormati HAM, Puluhan WBP Rutan Karimun Antusias Ikut Penyuluhan

Narasumber dari LBH Perkumpulan, Rifqi Ibsam memberikan materi penyuluhan hukum terpadu di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau, Rabu (6/12/2023).


WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Sebagai wujud pelayanan yang mengutamakan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), Rumah Tahanan Negara Kelas IlB Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau bekerja sama dengan LBH SADO dan LBH Perkumpulan Pilar Keadilan melaksanakan penyuluhan hukum, Rabu (6/12/2023).

Penyuluhan hukum terhadap puluhan warga binaan yang berstatus tahanan tersebut disambut baik dan antusias oleh para warga binaan di Aula Sahardjo Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun.

Dalam kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan, diberikan juga kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta bertukar pendapat terkait materi yang telah disampaikan.

Paparan materi penyuluhan hukum terpadu tersebut dengan tujuan memberikan motivasi, pengetahuan dan pemahaman bagi warga binaan, yang telah disampaikan oleh narasumber dari LBH Perkumpulan Pilar Keadilan Rifqi Ibsam serta LBH SADO, Linda Theresia.

“Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun bersama LBH SADO dan LBH Perkumpulan Pilar Keadilan menggelar penyuluhan hukum terhadap 30 warga binaan yang berstatus tahanan,” terang Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, Arjiunna, melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Novi Irwan.

Diharapakan, kata Novi selepas menjalani masa pidana, para warga binaan tersebut agar dapat hidup lebih baik lagi dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku dalam bermasyarakat.

Sebagai wujud pelayanan yang mengutamakan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), Rumah Tahanan Negara Kelas IlB Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau bekerja sama dengan LBH SADO dan LBH Perkumpulan Pilar Keadilan melaksanakan penyuluhan hukum terhadap 30 orang warga binaan.(Foto: Istimewa)

“Memberikan motivasi, pengetahuan dan pemahaman bagi warga binaan agar lebih baik lagi, mampu bersosialisasi dengan masyarakat,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, masih kata Novi penyuluhan hukum terpadu tersebut sebagai wujud dari pelayanan yang terus diberikan secara optimal kepada warga binaan.

“Kita juga akan selalu upayakan untuk menjamin setiap hak-hak mereka dalam mendapatkan kepastian hukum atas perkara yang sedang dialami,” tutur Novi.

Lebih lanjut Novi menjelaskan kegiatan penyuluhan hukum terpadu tersebut, yakni dalam rangka mewujudkan WBP yang lebih baik.

“Setiap WBP menyadari dan menghayati hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Untuk mewujudkan budaya hukum dalam sikap dan perilaku yang sadar, patuh dan taat hukum serta menghormati hak asasi manusia,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News