Ditjenpas Kemenkumham Kepri: Stop Gratifikasi dan Berantas Pungli, Tingkatkan Integritas

Guna memperkuat tata kelola serta meningkatkan integritas di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham, menggelar program penguatan Unit Pengendalian Gratifikasi dan Unit Pemberantasan Pungutan Liar, Rabu (6/12/2023).(Foto: Istimewa)


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dalam memperkuat tata kelola serta meningkatkan integritas di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham, melakukan program penguatan Unit Pengendalian Gratifikasi dan Unit Pemberantasan Pungutan Liar, Rabu (6/12/2023).

“Hal itu sebagai langkah untuk meningkatkan Integritas pada Jajaran Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau,” terang Kakanwil Kemenkumham Kepri I Nyoman Gede Surya Mataram.

Pihaknya menegaskan, integritas meliputi kejujuran, kemandirian, dan kedisiplinan merupakan modal yang harus dimiliki ASN Sehingga bisa terbebas dari gratifikasi dan pungli.

“Mampu meningkatkan kesadaran bersama, berkomitmen stop gratifikasi, wujudkan ASN Kanwil Kumham Kepri yang semakin PASTI dan Anti Korupsi” paparnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, Arjiunna yang turut hadir mengatakan, jajaran Pemasyarakatan termasuk Rutan Karimun harus memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan kunjungan, pengamanan benda sitaan negara serta bimbingan klien Pemasyarakatan tanpa adanya pungli.

“Demikian juga dalam hal pelayanan publik yang optimal, setiap petugas diwajibkan melaksanakan Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun (5S) serta tidak arogan dan diskriminatif dalam menjalankan tugas,” tegas Arjiunna.

Untuk itu pihaknya mengajak kepada seluruh petugas Pemasyarakatan, dapat bekerja dengan menerapkan Pemasyarakatan Maju 3+1 Back to Basic dan melaksanakan tugas sesuai dengan SOP yang berlaku.

Jajaran pegawai, baik Rutan maupun Lapas dalam bekerja harus sesuai dengan tupoksi yang sudah diberikan, sehingga dapat melindungi dari gratifikasi dan pungli, mampu melaksanakan Back to Basics dan berpegang teguh pada kode etik petugas Pemasyarakatan.(Foto: Istimewa)

“Melaksanakan “3+1”, yaitu Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju dan Back to Basics,” beber Arjiunna.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran gelap narkoba dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya menjadi senjata utama Pemasyarakatan.

“Mengembalikan tugas dan fungsi Pemasyarakatan sebagaimana mestinya. Dalam bertugas mari bersama-sama mengimplementasikan prinsip dasar Pemasyarakatan dalam lingkungan kerja saat ini,” paparnya.

Sehingga kata Arjiunna, seluruh jajaran pegawai di Rutan Karimun dalam bekerja harus sesuai dengan tupoksi yang sudah diberikan, sehingga dapat melindungi dari gratifikasi dan pungli.

“Melaksanakan Back to Basics dan berpegang teguh pada kode etik petugas Pemasyarakatan,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News