Menlu RI Retno Marsudi Walk Out dari Debat Dewan Keamanan PBB saat Duta Besar Israel Berpidato

Menlu RI Retno Marsudi Walk Out dari Debat Dewan Keamanan PBB
Menlu RI Retno Marsudi walkout saat duta besar Israel berbicara di Debat Dewan Kemananan PBB (tangkapan layar)
GALERI 24

JAKARTA – Menteri Luar (Menlu) Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, memutuskan untuk keluar dari ruangan saat Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan pernyataan dalam debat terbuka Dewan Keamanan pada Selasa (23/1).

Keputusan ini diikuti oleh sejumlah negara lain yang juga meninggalkan ruangan saat ketua delegasi Israel memberikan pidato.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal, mengonfirmasi kejadian tersebut.

BACA JUGA: Promo Spesial untuk 100 Pembeli Pertama Motor Listrik Honda EM1e: di Kepri

Iqbal menyatakan bahwa Menlu Retno dan sejumlah ketua delegasi negara lain meninggalkan ruangan saat perwakilan Israel, Wakil Tetap (Watap) Israel, menyampaikan pernyataannya.

“Watap Israel tidak berada di ruangan saat Indonesia dan sejumlah negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan pernyataan. Sebaliknya, delegasi Indonesia dan sejumlah negara OKI juga tidak berada di ruangan saat Watap Israel menyampaikan pernyataan,” ujar Iqbal.

Meski demikian, Iqbal tidak merinci negara-negara OKI yang ikut serta dalam aksi walk-out tersebut.

BACA JUGA: Pemkot Batam Salurkan 1.300 Paket Sembako Bersubsidi di Pulau Pecong dan Pulau Terong

Dalam pidatonya, Menlu Retno Marsudi menegaskan penolakan Indonesia terhadap pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menolak pendirian negara Palestina.

Retno menyatakan bahwa pernyataan Netanyahu pada 18 Januari mencerminkan niat Israel untuk memusnahkan Palestina secara keseluruhan.

“Pernyataan (Netanyahu) ini tidak dapat diterima. Hal ini menegaskan tujuan akhir Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia. Akan kah Dewan ini tinggal diam menghadapi niat tersebut?” ujar Retno.

Selain menolak pernyataan Netanyahu, Menlu Retno juga mengajukan pertanyaan terkait supply senjata ke Israel yang terus melancarkan agresi brutal di Palestina.

Ia meminta seluruh negara untuk menghentikan pasokan senjata ke Israel. Mengingat hal ini hanya akan meningkatkan jumlah korban sipil Palestina dalam konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan terakhir. (*/cnnindonesia)

Editor: Denni Risman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News