Sekda Kota Batam Jefridin Tinjau Jalan Rusak di Jalan Siliwangi, Sambau

Sekda Kota Batam Jefridin Tinjau Jalan Rusak di Jalan Siliwangi, Sambau
Tindak lanjut laporan masyarakat, Sekda Jefridin langsung meninjau jalan rusak di Jalan Siliwangi, Sambau (dok kominfo batam)


BATAM – Sekretaris Daerah(Sekda)  Kota Batam, Jefridin, meninjau jalan rusak di jalan Siliwangi, Sambau, atau jalan di depan Perumahan Bida Asri 3 pada Jumat (9/02/2024). Tujuannya adalah untuk melihat langsung kondisi jalan yang menjadi keluhan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Jefridin didampingi oleh Camat Nongsa, Arfandi, serta perangkat daerah terkait dan tokoh masyarakat setempat. Mereka bersama-sama menyusuri jalan rusak tersebut, sambil berbincang dengan tokoh masyarakat.

BACA JUGA: Megawati Soekarnoputri Ingatkan Pemilih Solo: Pilih Pemimpin yang Mengayomi, Bukan Mengintimidasi

Honda Capella

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, untuk jalan rusak di depan Perumahan Bida Asri 3, Alhamdulillah sudah ditindaklanjuti sementara oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dengan menutup lobang jalan menggunakan tanah bauksit. Langkah ini diambil untuk sementara, agar jalan tidak becek lagi,” ujar Jefridin.

Jefridin juga menjelaskan bahwa pembangunan jalan baru dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam pada tahun 2025. Ia meminta camat untuk mengusulkan pembangunan jalan tersebut dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sehingga dapat menjadi skala prioritas.

Informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa akses jalan tersebut menghubungkan dua wilayah kelurahan, yaitu Kelurahan Sambau dan Kelurahan Batu Besar.

BACA JUGA: Bupati Pasaman Sabar AS Tinjau Sanitasi Padang Gelugur untuk Meningkatkan Pola Hidup Sehat

Selain memeriksa jalan, Jefridin juga meninjau gorong-gorong yang ada di lokasi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa drainase belum bisa dikerjakan oleh Pemerintah karena masih menjadi tanggung jawab pengembang dan belum diserahkan kepada Pemko Batam.

“Untuk jalan, akan kita perbaiki, namun baru bisa dilakukan pada tahun 2025. Mengenai gorong-gorong, itu merupakan tanggung jawab pengembang, karena asetnya belum diserahkan kepada Pemerintah. Oleh karena itu, perlu duduk bersama untuk mencari solusi yang tepat,” tambah Jefridin, seraya berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat. (*)

Sumber: mediacenter batam

Editor: Denni Risman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News