Gagal Terbang Gara-gara Bercanda tentang Bom di Bandara Minangkabau

Gagal Terbang Gara-gara Bercanda tentang Bom di Bandara
Seorang penumpang terpaksa diturunkan di pesawat di Bandara Internasional Minangkabau gara-gara bercanda tentang bom (ilustrasi)
HARRIS BARELANG

PADANG – Seorang penumpang pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatera Barat, gagal terbang. Dia dipaksa turun dari pesawat gara-gara bercanda tentang bom dengan kawannya saat hendak terbang dari BIM menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Kamis (22/2/2024).

Indrawansyah, Eksekutif General Manager (EGM) Angkasa Pura II, menjelaskan bahwa penumpang yang membuat candaan tersebut langsung diturunkan dari pesawat dan kemudian diperiksa oleh petugas keamanan Bandara Wilayah VI- Padang.

BACA JUGA: Presiden UFC: Khabib Nurmagomedov, Megabintang Dunia Muslim setelah UFC 229

“Pria tersebut seharusnya berangkat pada pukul 10.25 WIB. Namun, sebelum pesawat lepas landas, saat penumpang baru akan memasuki pesawat, dia membuat candaan tentang bom yang didengar oleh awak kabin,” kata Indrawansyah.

Sebagai tindakan pencegahan, penumpang tersebut langsung diturunkan dan diperiksa lebih lanjut. Akhirnya, dia tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.

BACA JUGA: Gunung Marapi Masih Aktif: Warga Diminta Waspada, 42 Kali Letusan Terjadi Sejak Awal Februari

Indrawansyah menekankan perlunya peningkatan imbauan kepada masyarakat dan calon penumpang mengenai larangan membuat candaan yang dapat menimbulkan kepanikan di lingkungan bandara.

“Kami akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk memberikan imbauan kepada pengguna jasa penerbangan bahwa candaan yang bersifat ancaman atau dapat menimbulkan kepanikan bagi penumpang lainnya tidak akan ditoleransi,” tambahnya.

BACA JUGA: Viral Rekaman CCTV Pria di Karimun Lakukan Penipuan dengan Modus Beli Rokok dan Kopi

Kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran akan keamanan dan keselamatan di lingkungan penerbangan. Ancaman palsu atau candaan yang tidak pantas dapat mengganggu proses penerbangan dan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Sebagai penumpang, penting untuk mematuhi aturan dan menghormati prosedur keamanan demi keamanan bersama selama perjalanan udara. (*)

Sumber: liputan6

Editor: Denni Risman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG