Pileg yang Kejam: Politik Uang dan Pertarungan Brutal di Ajang Pemilu Legislatif

Politik Uang dan Pertarungan Brutal di Ajang Legislatif
Pemilu 2024 adalah pemilu paling brutal. Politik uang merajalela denagn terang-terangan (ilustrasi)
HARRIS BARELANG

BATAM – Politik uang di Pemilihan Legislatif (Pileg) tidak kalah brutalnya dengan Pilpres. Belenggu politik uang semakin menggurita, tidak hanya merajalela pada waktu-waktu tertentu, tetapi telah merasuki setiap fase pemilihan.

Serangan politik tidak lagi terjadi pada waktu fajar, istilahnya serangan fajar, tetapi sudah terjadi sejak senja bahkan sebelumnya.

Politik uang telah menjadi api yang membara dalam arena Pemilihan Legislatif (Pileg), menciptakan pertarungan yang brutal dan penuh kejutan. Tidak hanya menjadi masalah pada waktu-waktu tertentu, praktik politik uang kini telah merajalela, merusak esensi demokrasi.

BACA JUGA: Tiga Perempuan Muda Sumatera Barat Berpotensi Lolos ke Senayan: Siapa Mereka?

Beberapa petahana telah mengalami kejutan tak terduga ketika perolehan suara mereka turun secara drastis di daerah-daerah yang sebelumnya dianggap sebagai benteng kuat. Bahkan, ada yang menyatakan bahwa mereka kalah karena ‘tertekan’ oleh politik uang yang tak kenal ampun.

“Sebagai seorang putra daerah, saya merasa hancur karena terlibat dalam permainan politik uang yang menjijikkan,” ungkap salah satu calon petahana yang telah bertugas di DPRD selama tiga periode.

Tingkat brutalitas politik uang juga terlihat pada level yang lebih tinggi, termasuk dalam pertarungan di tingkat kota/kabupaten dan provinsi.

BACA JUGA: Tragedi Mengerikan di Golden City Gokart Batam: Wisatawan Singapura Tewas Terlilit Gokar

Bahkan, beberapa calon pendatang baru yang sebelumnya tidak dikenal secara tiba-tiba muncul dengan sumber daya finansial yang melimpah, mengguncang persaingan politik.

Ada pula cerita tentang petahana yang terkejut dengan kekalahan mereka di luar dugaan. Mereka harus merelakan kursi yang selama ini dianggap sebagai milik mereka kepada calon pendatang baru yang ‘membelokkan’ permainan politik dengan uang.

Misteri tentang siapa yang sebenarnya terlibat dalam praktik politik uang ini masih belum terpecahkan. Hanya sedikit yang tahu kebenarannya, sementara yang lain hanya bisa berspekulasi.

Bagi mereka yang kalah dalam pertarungan ini, janganlah terlalu larut dalam kekecewaan. Politik kadang-kadang bisa menjadi arena tanpa ampun, di mana keputusan terkadang dibuat bukan berdasarkan kualitas atau integritas, tetapi oleh kekuatan uang.

Kita harus melihat bagaimana peran mereka yang berhasil ‘membeli’ kursi politik ini akan berpengaruh di masa depan. Namun satu hal yang pasti, politik uang tidak boleh dibiarkan merusak demokrasi kita.

Cerita tentang politik uang dalam Pileg ini menjadi cerita penghangat di warung kopi. Cerita berputar mulai paket pemilihan dengan nilai tertentu yang disodorkan timses, sampai cerita politik uang caleg dengan oknum RT dan oknum KPPS.

BACA JUGA: Terkait Kapal Tenker Dipotong, Owner PT Sarana Sijori Pratama Batam Laporkan LK Global ke Polda Kepri

Namanya juga cerita warung kopi, kebenaran dari kecurangan itu susah dibuktikan, karena semua lapis sudah ‘bermain’. Hanya Tuhan saja yang melihat kebejatan mereka untuk mendapat kekuasaan itu.(denni risman)

@wartakepri.tv Siapapun yang bikin video ini, kreatif banget. Postingan Twiitt dari Sigit Widodo @sigitwid #pemilucurang #videokreatif #politik #pilpres2024 ♬ suara asli – wartakepri tv

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG