Perjalanan Gelap: Kisah Para ‘Raja’ Penagih Utang Indonesia Timur

Perjalanan Gelap: Kisah Para 'Raja' Penagih Utang Indonesia Timur
Hercules dan John Key sama-sama berasal dari Indonesia Timur, sama-sama raja penagih hutang, mereka dulunya musuh bebuyutan (ilustrasi)
HARRIS BARELANG

JAKARTA – Dalam bayang-bayang kota metropolitan Jakarta, terdapat cerita gelap dari tiga sosok yang menjadi ikon dalam dunia penagihan utang Indonesia.

John Kei, Hercules, dan Basri Sangaji, tiga nama yang telah menciptakan legenda kekuatan dan ketakutan dalam aktivitas mereka.

Kedatangan mereka ke ibu kota bukanlah atas alasan yang terpuji. John Kei melarikan diri dari jerat hukum di tanah asalnya. Sementara Basri Sangaji mencari keberuntungan baru. Dan Hercules, yang didatangkan oleh tentara karena latar belakangnya di Kopassus, mencari tempat untuk menetap.

Meskipun tidak memiliki keahlian khusus, keberanian mereka menjadi modal utama untuk bertahan hidup. Mereka memilih jalur gelap sebagai gelandangan dan preman, menjadi sosok yang ditakuti di jalanan Jakarta.

Dari preman tunggal, mereka berkembang menjadi pemimpin kelompok, mengumpulkan orang-orang dari kampung halaman mereka di Indonesia Timur.

John Kei dari Pulau Kei, Basri Sangaji dari Pulau Haruku, dan Hercules dari Timor, masing-masing memimpin kelompok preman yang terlibat dalam berbagai kegiatan ilegal.

Bisnis penagihan utang dan makelar tanah menjadi medan baru bagi mereka saat sektor keuangan swasta berkembang pesat. Krisis ekonomi hanya menambah maraknya praktik ini, dengan kredit macet menjadi sasaran empuk bagi para preman.

Namun, tidak hanya dalam dunia gelap mereka beroperasi. Nama-nama mereka dikenal di berbagai kalangan, menjadi simbol kekuatan dan keberanian.

Meskipun beberapa di antara mereka telah dipenjara atau terlibat dalam kasus kekerasan, ketiganya tetap menjadi sosok yang diperhitungkan.

Meskipun kini beberapa dari mereka telah menjalani takdir yang berbeda – John Kei kembali di balik jeruji besi sementara Hercules dikabarkan telah bertaubat – warisan dari ketiga ‘raja’ penagih utang tersebut masih hidup dan memberikan pengaruh dalam dunia gelap Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG