Lakukan Tes Urine, 85 Pegawai Kanwil Kemenkumham Kepri Positif Tidak Pakai Narkoba

Sebanyak 85 orang pegawai Kanwil Kemenkumham Kepri beserta 20 CPNS mengikuti tes urine.(Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, Tanjungpinang – Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Riau terus berkomitmen dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Hal tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya tes urine kepada seluruh pegawai Kemenkumham Kepulauan Riau, Senin (20/5/2024).

Sebanyak 85 orang pegawai Kanwil Kemenkumham Kepri beserta 20 CPNS mengikuti tes urine yang akan rutin dilaksanakan tersebut.

PKP EXPO

Hasilnya, tidak ada satupun pegawai yang terindikasi menggunakan (memakai) dan menyalahgunakan barang haram itu.

Untuk menjaga kualitas dan transparansi, Tim Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kepri sebagai motor penggerak merangkul dokter beserta tenaga kesehatan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tanjungpinang.

Plh.Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepri Kaswo menyebut, tujuan dari kegiatan tersebut guna melakukan pencegahan agar tidak ada pegawai yang menyalahgunakan dan terlibat dalam peredaran gelap narkotika.

“Sekaligus mendukung penuh program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),” ucap Kaswo, di Aula Ismail Saleh Kanwil Kemenkumham Kepri.

Dengan demikian, kata Kaswo dapat mewujudkan Indonesia yang bersinar dan bebas dari peredaran narkotika, khususnya di lingkungan Kemenkumham Kepulauan Riau.

“Deteksi dini melalui tes urine menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkotika di pelbagai lingkungan, termasuk di instansi pemerintahan, seperti Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, masih kata Kaswo pelaksanaan kegiatan tersebut juga sebagai media untuk mengidentifikasi dini dan mencegah adanya pegawai yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

“Serta memberikan langkah-langkah preventif yang tepat untuk menjaga integritas dan moralitas lingkungan kerja,” ujar Kaswo.

Terlebih, ungkap Kaswo sebagai aparatur sipil negara yang senantiasa menjaga profesionalisme dan integritas dalam bekerja, maupun dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

“Alhamdulillah, hasilnya semua negatif tidak ada pegawai yang terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang,” tutur Kaswo.

Tentunya masih kata Kaswo hal tersebut merupakan komitmen yang akan selalu dijaga, terutama dalam pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi yang sedang diupayakan.

“Seluruh pegawai dinyatakan bersih dan bebas narkotika. Jika tidak, harus bersiap-siap mendapat sanksi yang berat hingga pemecatan,” tegasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24