Nasib Tragis Belasan Pekerja Migran Ilegal: Diturunkan di Tengah Laut dan Disuruh Berenang ke Pulau Kosong

Nasib Tragis Belasan Pekerja Migran Ilegal: Diturunkan di Tengah Laut dan Disuruh Berenang ke Pulau Kosong
Belasan PMI Ilegal asal Lombok ditipu tekong, diturunkan ditengah laut (ilustrasi/dok kompas)

BATAM – Sebanyak 16 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal mengalami nasib tragis saat hendak pulang ke Indonesia. Mereka diturunkan di tengah laut dan dipaksa berenang ke pulau kosong di wilayah administrasi Kota Batam.

Beruntung, para korban berhasil diselamatkan oleh tim gabungan TNI-Polri dan diamankan di Dermaga Satrol Lantamal IV Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Salah seorang korban, Rizal, menceritakan bahwa mereka berangkat dari Tebing Tinggi, Malaysia ke Batam secara ilegal pada Senin (20/5/2024) sekitar pukul 21.00 waktu Malaysia.

PKP EXPO

“Satu orang bayar sekitar Rp10 juta, janjinya diantar sampai ke kampung halaman (Lombok Timur),” kata Rizal pada Selasa (21/5/2024).

Para korban tiba di perairan Batam pada Selasa dini hari. Namun, mereka diturunkan di tengah laut dan disuruh berenang ke Pulau Tanjung Acang, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa.

“Kami diturunkan di tengah laut, disuruh berenang ke pulau kosong,” kenangnya. Saat melompat dari kapal boat, air masih sedada korban.

Menurut Rizal, mereka dijanjikan akan dijemput oleh seseorang menggunakan kapal boat pancung di pulau tersebut dan akan dibawa ke Kota Batam.

Namun, hingga pagi hari, tidak ada yang datang menjemput mereka.

Para korban terlunta-lunta di pulau tak berpenghuni tersebut hingga akhirnya seorang nelayan melihat mereka.

Informasi ini kemudian disampaikan ke Ketua RW Pulau Ngenang dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas dan Babinpotmar Kelurahan Ngenang.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Isa Imam Syahroni, membenarkan kejadian tersebut.

Setelah menerima informasi, tim gabungan TNI-Polri segera mendatangi pulau kosong itu dan menyelamatkan para korban.

Namun, beberapa korban sempat melarikan diri ke hutan karena ketakutan. Petugas melakukan pencarian dan membujuk mereka untuk kembali.

“Totalnya ada 16 orang. Sebanyak 15 dari Lombok dan satu dari Batak,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa para korban menumpangi speed boat dengan mesin 200hp x 2 dari Malaysia.

“Kami akan mengejar dan menindak tegas tekong (pelaku) yang menurunkan korban di tengah laut,” ujarnya.

Berikut adalah identitas 16 korban yang berhasil diselamatkan seperti dikuti batamline, Rabu (22/5/2024):

1. Hamdi (35)
2. Suparman (32)
3. Suhaili (35)
4. Ansori (27)
5. Sulman (23)
6. Dendi Herdiyansyah (37)
7. Rizal (42)
8. M. Syukron (31)
9. Kadim (33)
10.Imran Jayadi (29)
11.Sahdan (49)
12.M. Ali (38)
13.Gadi (39)
14.Saunan (26)
15.Irfan Arianto (30)
16.Nurdin (36)

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta pihak terkait diharapkan untuk terus memantau dan memberikan bantuan yang diperlukan bagi para PMI yang kembali ke Indonesia melalui jalur ilegal ini.

Editor: Denni Risman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24