PN Batam Vonis Kombes Pol Agus Fajar Sutrisno 1 Tahun Rehabilitasi

Kombes Pol Agus Fajar
PN Batam Vonis 1 Tahun Kombes Pol Agus Fajar Sutrisno Rehabilitasi

BATAM – Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis 1 tahun rehabilitasi dalam sidang putusan yang menyeret mantan Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK) Polda Kepri, Kombes Pol Agus Fajar Sutrisno di Rabu (29/5/2024). Sidang sendiri teregister Nomor 145/Pid.Sus/2024/PN Btm kasus penyalahgunaan Narkoba.

Terdakwa Agus Fajar Sutrisno terbukti secara sah dan meyakinkan tanpa hak atau melawan hukum menyalahgunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri, dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat netto 3,64 gram. Oleh hakim Bambang Trikoro dalam persidangan.

Saat di konfirmasi awak media ke bagian Humas melalui Petugas informasi PN Batam bernama Nandar mengatakan sidang virtual dan belum dirilis di website resmi PN Batam,

PKP EXPO

” Berhubung kasusnya ini masih baru, maka beritanya belum rilis di web resmi PN Batam,” ungkapnya.,

Terpisah Dikutip dari detik.com Sidang putusan kasus narkoba Kombes Agus itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Bambang Trikoro, Yuanne Marietta dan Andi Bayu Mandala Putra Syadli. Sidang tersebut digelar secara virtual di ruang sidang Kusumah Atmadja pagi tadi.

Bambang Trikoro mengatakan, terdakwa Agus Fajar Sutrisno terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana dalam dakwaan ketiga yaitu melanggar Pasal 127 Ayat (1) Huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Kronologi Kejadian Desember 2024

Kasus narkotika yang menjerat mantan Kabid TIK Polda Kepri, Kombes Agus Fajar Sutrisno itu bermula dari anggota Satres Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan informasi paket kiriman yang mencurigakan. Paket JNE dengan nomor resi: 101010022941623 dengan deskripsi kosmetik.

Paket kosmetik tersebut diduga berisi narkoba terdeteksi saat diperiksa melalui X-Ray barang di Terminal Cargo Pergudangan Regulated Agent Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Anggota Satres Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta langsung ke lokasi dan meminta petugas ekspedisi JNE untuk kembali melakukan pemeriksaan, dan setelah dibuka ternyata di dalamnya terdapat 1 botol bedak merk Cussons Baby yang di dalamnya terdapat bedak dan 1 botol bedak merk My Baby berisikan 4 bungkus plastik bening yang masing-masing terdapat kristal bening diduga sabu.

Kemudian dilakukan pendalaman terhadap temuan tersebut. Pada Selasa (19/12/2023) Anggota Satres Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta berkoordinasi dengan JNE Batam di Kawasan Industri Pratama Sarana Unggulan, Blok B nomor 7, Belian, Batam Kota.

Pada pukul 21.30 WIB, paket berisi sabu itu diambil seorang bernama Dwicky Ronaldo Siagian, yang diketahui merupakan Anggota Bid TIK Polda Kepri. Di mana, paket yang diambil tersebut diakui oleh Dwicky merupakan milik pimpinannya Kabid TIK Polda Kepri, Kombes Pol Agus Fajar Sutrisno.

Terdakwa yang kemudian diperiksa Paminal Bid Propam Polda Kepri, mengakui barang haram seberat 3,64 gram, merupakan pesanannya dari seseorang bernama Anton (DPO) seharga Rp 7 juta.(*)

Kiriman : Amrullah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24