Ketua Asosiasi Driver Ojol dan SPAI Menolak Rencana Pungutan Iuran Tapera

Ketua Asosiasi Driver Ojol dan SPAI Menolak Rencana Pungutan Iuran Tapera
Asosiasi Driver Ojol menolak keras rencana pemotongan untuk iuran Tapera (ilustrasi)

JAKARTA – Taha Syafariel, Ketua Asosiasi Driver Ojol, dan Lily Pujiati, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), menolak keras rencana pungutan iuran Tapera yang jika diterapkan kepada para pengemudi ojek daring.

Menurut Taha, kebijakan ini bisa menyiksa para pengemudi ojol, yang menurutnya sudah menjadi jenis masyarakat yang tersiksa dan dimarjinalisasi.

Dia menyatakan bahwa daripada memungut iuran dari ojol, lebih baik pemerintah mengakui mereka sebagai kelompok yang bisa dilindungi dalam UU Ketenagakerjaan.

PKP EXPO

Lily Pujiati menyampaikan kesamaan pandangan dengan Taha. Dia menilai bahwa aturan Tapera akan membebani pekerja angkutan online seperti ojek, taksi, dan kurir.

Menurutnya, pungutan tersebut akan sama dengan mengurangi penghasilan para pekerja. Terutama di tengah kenaikan harga barang-barang.

Lily menambahkan bahwa para pekerja angkutan online sudah mendapat potongan besar dalam skema kemitraan aplikasi, yang sering kali melanggar batas aturan yang ditetapkan pemerintah.

Lily menegaskan bahwa kondisi pekerja saat ini telah merugi dan tak boleh terbebani pungutan Tapera.

Dia berharap pemerintah lebih berpihak kepada mereka dengan menyubsidi pengemudi ojek online dan menjamin perlindungan sosial secara gratis. Serta mengakui mereka sebagai pekerja tetap sesuai UU Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menyatakan bahwa Kementerian belum bisa memastikan apakah pekerja ojol akan masuk kriteria peserta program Tapera.

Dia menyebut belum ada regulasi teknis yang mengatur soal kepesertaan ojol. Namun rencananya akan dibahas dalam merumuskan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker). (*)

Sumber: tempo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24