Dinas PUPR dan KSDA Pasaman Berikan Penjelasan Terkait Fasilitas Umum yang Rusak

Dinas PUPR dan KSDA Pasaman Berikan Penjelasan Terkait Fasilitas Umum yang Rusak
Dinas PUPR Pasaman mengklarifikasi soal perbaikan jalan rusak (taufik)

LUBUKSIKAPING – Menanggapi pemberitaan tentang banyaknya fasilitas umum yang rusak, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasaman, melalui Kepala Bidang Bina Marga (BM), Didi ST, mengklarifikasi terkait kondisi gorong-gorong yang rusak di ruas jalan Lundar – Kuamang Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti.

Didi menjelaskan bahwa perbaikan sementara telah dilakukan pada April 2024 lalu, menjelang Idul Fitri.

“Penanganannya memang tidak permanen, hanya bersifat sementara, menggunakan material batang kelapa. Namun saat itu sudah bisa dilewati mobil, termasuk kendaraan jenis truk dan bus,” ujar Didi di ruang kerjanya, Senin (3/6/2024).

PKP EXPO

Penanganan Darurat

Penjelasan ini diberikan menyusul viralnya berita jalan putus di Jorong Katimahar di media sosial. Didi menambahkan bahwa meskipun bersifat darurat, jembatan batang kelapa tersebut cukup kuat dan diperkirakan bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama.

“Konstruksinya diikat dengan rantai besi dan dipasangi paku. Jadi, bila tidak ada gangguan diluar teknis, diprediksi bisa bertahan hingga beberapa bulan ke depan,” katanya.

Wali Nagari Panti Timur, Esgianto, membenarkan kondisi jalan yang rusak dan menjelaskan bahwa jembatan darurat tersebut sempat ditimbun dan dicor warga agar lebih kuat.

Namun, pengecoran ini menyebabkan saluran air tersumbat sehingga lahan persawahan di sekitar jembatan tidak mendapatkan pasokan air.

“Berhubung sekarang sedang musim tanam, pemilik sawah di sekitar lokasi terpaksa membongkar kembali jembatan itu, dan sejak kemaren jalan tersebut tidak bisa dilalui,” jelas Esgianto.

Penanganan Selanjutnya

Atas inisiatif Wali Nagari, jorong bersama masyarakat Katimahar, telah memasang kembali jembatan batang kelapa yang baru.

“Hari ini kita targetkan selesai dan kembali bisa dilewati kendaraan,” kata Esgianto optimis.

Kepala Dinas Kominfo Pasaman, Budhi Hermawan, usai meninjau lokasi putusnya jalan Lundar – Kuamang, menjelaskan bahwa agar jembatan bisa permanen, idealnya dipasangi boxculvert.

“Debit airnya tidak begitu besar, jadi cukup boxculvert ukuran 0,8 meter saja. Tapi untuk teknisnya, biar Dinas PUPR saja yang menjelaskan,” kata Budhi.

Mushala TWA Rimbo Panti

Mengenai mushala di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Rimbo Panti yang juga rusak, Budhi menyatakan bahwa mushala tersebut bukanlah domain Pemda Pasaman, tetapi masih kewenangan KSDA.

“Kondisi mushala itu memang rusak berat dan tidak bisa dimanfaatkan sebagai tempat ibadah. Lokasinya berada dalam kawasan hutan konservasi cagar alam, jadi tidak bisa begitu saja dipugar atau dibangun,” kata Budhi setelah berkonsultasi dengan Kepala KSDA Pasaman, Anton. (taufik)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24