Coffee Morning Disbudpar Tanjungpinang Bersama Mahasiswa Bahas Partisipasi Generasi Muda

Disbudpar Tanjungpinang
Coffee Morning Disbudpar Tanjungpinang Bersama Mahasiswa Bahas Partisipasi Generasi Muda

TANJUNGPINANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang menggelar coffee morning bersama sejumlah mahasiswa dan mahasiswi untuk membahas Partisipasi Aktif Generasi Muda dalam Memajukan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang di Restoran Nite and Day Hotel, Selasa(25/6).

Sekretaris Disbudpar Kota Tanjungpinang, Mulia Wiwin, mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi pemahaman ke generasi muda terkait potensi pariwisata sembari mencari inovasi yang dapat mempengaruhi peningkatan kunjungan wisata ke kota Tanjungpinang. 

“Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui Disbudpar akan selalu bersinergi dengan stakeholder terkait untuk memajukan pariwisata Tanjungpinang sehingga dapat mendorong juga pertumbuhan ekonomi masyarakat”, ujar Wiwin.

KPU KEPRI

Ketua Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Fengky Fesinto SH. MH, yang turut hadir pada kegiatan tersebut mengatakan coffee morning ini diadakan untuk mendengarkan masukan, keluhan dan saran dari generasi muda khususnya mahasiswa dan mahasiswi kota Tanjungpinang untuk peningkatan potensi pariwisata di Kota Tanjungpinang.

“Hadir Narasumber dari beberapa Perguruan Tinggi di Kota Tanjungpinang diantaranya Muhammad Pati Yusuf, Dr. Rachmad Chartady. S.E, M.k dari STIE Kota Tanjungpinang, dan dari STISIPOL Raja Ali Haji  dihadiri Rendra Setyadiharja, S.Sos, M.IP, beserta pihak terkait lainnya,” kata Fengky.

Salah satu Narasumber Dr. Rachmad Chartady. S.E, M.k mengatakan ini memang pekerjaan yang tidak mudah dari pariwisata. Pertama, pemerintah kota Tanjungpinang untuk pariwisata memiliki potensi besar terhadap pendapatan asli daerah suatu wilayah termasuk Tanjungpinang menjadi potensi daerah.

“Saya melihat itu potensinya pada pajak restoran dan juga banyak rumah makan. Jadi bagaimana kita kembalikan kota Tanjungpinang ini menjadi pusat peradaban pariwisata dan juga pusat peradaban ekonomi yang ada di pulau Bintan,” sebut Rachmad. 

BACA JUGA Coffee Morning Sekda Anambas dan Kadiskominfotik dengan awak Media

Hal senada juga disampaikan oleh Fengky Fesinto SH. MH, adalah bagaimana cara kita mempromosikan Tanjungpinang kalau kita tidak pernah menaikkan nama Kota Tanjungpinang di Forum Kegiatan Luar Kota Tanjungpinang. Sehingga menurutnya, turis dalam negeri maupun Internasional yang akan masuk ke Kota Tanjungpinang mengetahui potensi-potensi pariwisata yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Kita Harus berani berpikir revolusioner, kita dekat dengan Singapura dan Malaysia, banyak turis Tionghoa, kita tidak harus membuat China Town di Kota Tanjungpinang karena kita sudah ada pariwisata itu, tapi bagaimana kita buat wisman itu nyaman jika berkunjung ke Tanjungpinang. Contoh berikutnya, seperti di Dubai atau di negara Arab, baik itu suasananya, kulinernya dan lain2 namun dipadukan juga dengan kebudayaan Melayu di Kota Tanjungpinang.” ungkap Fengky.

Pada akhir acara Fengky juga mengajak generasi muda untuk berani berpikir revolusioner agar kemajuan pariwisata di Kota Tanjungpinang dapat diwujudkan dan membuat pariwisata Tanjungpinang dapat berkesan baik oleh turis dalam negeri maupun turis dari mancanegara.(Yadi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO