Home Berita Utama Donald Trump Bertemu Xi Jinping, Ketegangan Taiwan hingga Iran Jadi Saling “Warning”

Donald Trump Bertemu Xi Jinping, Ketegangan Taiwan hingga Iran Jadi Saling “Warning”

Presiden Donald Trum dan Elon Musk dan NVDA di China
Presiden Donald Trum dan Elon Musk dan NVDA di China
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing memunculkan sinyal baru dalam hubungan dua negara adidaya tersebut. Namun di balik suasana diplomatik, tensi soal Taiwan, Iran, hingga perang dagang masih membayangi.

Dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Beijing, Xi Jinping memperingatkan bahwa persoalan Taiwan dapat memicu “benturan bahkan konflik” apabila tidak ditangani dengan hati-hati. China menegaskan isu Taiwan merupakan titik paling sensitif dalam hubungan Beijing-Washington.

Sementara itu, Donald Trump menunjukkan sikap lebih keras usai pembicaraan dengan Xi Jinping. Trump menyoroti pentingnya komitmen China dalam isu Iran dan keamanan global, termasuk terkait Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Dalam keterangannya, Trump mengaku mendapat pernyataan langsung dari Xi bahwa China tidak akan mengirim perlengkapan militer ke Iran. Pernyataan tersebut menjadi perhatian besar di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Presiden China xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan
Presiden China xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan

Meski diwarnai sejumlah isu sensitif, kedua pemimpin tetap menunjukkan upaya menjaga stabilitas hubungan bilateral. Xi Jinping bahkan menyebut China dan Amerika Serikat perlu membangun hubungan yang “konstruktif, strategis, dan stabil” demi menjaga keseimbangan global.

Pertemuan Trump dan Xi juga membahas perdagangan, teknologi, investasi, hingga kecerdasan buatan (AI). Namun sejumlah pengamat menilai belum ada terobosan besar yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Di sisi lain, suasana pertemuan berlangsung megah dengan penyambutan resmi di Great Hall of the People, Beijing. Kedua pemimpin tampak berjalan bersama di karpet merah dan menghadiri jamuan kenegaraan yang disiapkan pemerintah China.

Pertemuan ini disebut menjadi salah satu agenda geopolitik paling penting tahun 2026 karena berlangsung di tengah memanasnya rivalitas ekonomi dan militer antara Amerika Serikat dan China. (*)

Sumber: The Guardian/cnbcindonesia

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026