WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sejumlah warga Pulau Akar, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang terpancing emosinya ketika melihat oknum Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Dayat di kantornya, Rabu (8/6).
Disaat melihat Dayat, sejumlah warga Pulau Akar langsung meminta pertanggungjawabannya atas ucapannya yang menyinggung perasaan warga. “Kamu ngomong apa. Kami tidak pernah mengganggu orang, tapi jangan ganggu kami,” ujar tokoh masyarakat Pulau Akar, Rusli.
Dikatakannya, ucapan Dayat sebagai penyuluh itu sangat menyinggung ratusan warga di Pulau Akar. Dan ucapan itu, katanya, mengandung fitnah. Karena, tambahnya, tidak ada bukti yang menguatkan ucapan itu sendiri. Apalagi sebagai tenaga penyuluh, katanya, tidak pantas membuat fitnah tersebut.
“Ucapan penyluh itu yang lebih cendrung membuat provokasi di tengah-tengah masyarakat. Jadi penyuluh itu tidak layak lagi berada di Batam. Karena nanti akan memprovokasi nelayan saja. Ini sama saja mau memecah belah nelayan,” kata Hasan warga lainnya.
Sementara itu, Kamis (9/6/2016), Kepala Dinas KP2K, Suhartini berjanji untuk menyelesaikan masalah ini. “Besok kita bicarakan,” ujar Suhartini kepada perwakilan warga melalui telepon selularnya. (spy)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O

























