WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Mendukung upaya ketahanan pangan kepulauan Terdepan NKRI, juga dimaksudkan sebagai wahana pembinaan kepada masyarakat dalam rangka mendorong mereka agar memiliki keterampilan dan semangat bertani dan memproduksi padi.
Hal itu yang dilakukan oleh Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Ranai Kolonel Laut (P) Arif Badrudin, M.Mgt., Stud. memimpin langsung panen padi perdana yang dimulai dari Mako Lanal Ranai, Jumat (22/7). Kegiatan ini merupakan langkah mendukung program ketahanan pangan nasional.
Arif mengatakan, merupakan salah satu kegiatan Lanal Ranai yang bermuara kepada masyarakat luas. Pada permulaan kegiatan itu, Lanal mengelola 14 hektare lahan bersama masyarakat di Desa Batubi, Kecamatan Bunguran Barat.
” Merupakan panen perdana olah lahan Mako Lanal yang dulu sebuah kolam ikan dan sulap menjadi lahan bibit 112 hari. Panen yang ada di sawah-sawah petani binaan Lanal, padi mereka sudah ada yang mulai menguning. Kita berupaya melaksanakan ketahanan pangan nasional,” kata Arif saat membuka panen padi perdana di komplek Lanal Ranai, Jalan Soekarno Hatta, Jumat (22/7/2016) pagi.
Melalui pemikiran Komandan Lanal Ranai Natuna, untuk menciptakan swadaya pangan, masyarakat jangan mudah menyerah, atau selalu menyalahkan serta mengeluh atas kekurangan pemerintah.
Arif mengatakan memang pupuk, pestisida dan perawatan yang baik menentukan keberhasilan sehingga kualitas tanam sangat bagus.
“Saat ini saya melaksanakan beberapa program untuk mendukung program ketahanan pangan. Fokus ini dibutuhkan untuk menyiapkan masyarakat dalam menyediakan kebutuhan pangannya sendiri agar dapat terhindar dari krisis pangan,” ujar Arif.
Sambungnya, kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembudidayaan rumput laut, pemanfaatan lahan tidur untuk ditanami berbagai produk palawija dan padi, pembudidayaan ikan, dan penyediaan pupuk beserta pestisida untuk meningkatkan produksi pangan.
Fungsi ekonomi dan sosial merupakan bentuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilakukan oleh Lanal Ranai sebagaimana instruksi Panglima TNI dalam mewujudkan ketahanan pangan.
” Kita tinggal di pulau yang sangat kaya dan bisa menghasilkan banyak hal. Tinggal kita mau melakukannya dengan baik dan bersinergi saling mendukung dengan aksi nyata, “ucap Danlanal Ranai Kolonen Arif Badruddin di Group Natter waktu lalu.
Arif menjelaskan, selain bertujuan mendukung upaya ketahanan pangan, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai wahana pembinaan kepada masyarakat dalam rangka mendorong mereka agar memiliki keterampilan dan semangat bertani dan memproduksi padi sebanyak-banyaknya.
Kegiatan ini dijalankan melalui Koperasi Lanal Ranai. Pihaknya menjaring masyarakat yang berkenan dan memiliki lahan pertanian melalui kegiatan koperasi.
saat ini Lanal memiliki 16 petani binaan dengan luasan 14 Ha. Satu kali musim panen minimal per hektar adalah 6 ton padi. Sehingga setiap panen dapat diperoleh 84 ton beras. Jika program ini berhasil, saya siap untuk menambah jumlah lahan yang akan dikerjasamakan di Natuna,” terang Arif.
Jika berjalan, berarti bahwa dalam waktu dekat, Natuna tidak perlu lagi impor beras dari negara lain. Cukup dengan hasil petani sendiri. Apalagi dengan program pembukaan lahan yang diprakarsai kawan-kawan TNI AD dan Kementerian Pertanian, maka produksi padi akan bisa dikirim ke luar daerah.
Sementara itu, Wiwin Gunawan, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Baret Merah (FKPBM) setuju, sangat mengapresiasi untuk membangkitkan rasa nasionalisme yang tinggi di Natuna.
” Kita butuh warga negara yang punya militansi yang kuat terhadap NKRI membangun Negeri Kususnya Natuna,”sangat inspirasi tindakan Lanal Natuna, ucap Wiwin, yang Juga trainer di LP2MI Lembaga pengkajian Pengembangan manajement Indonesia. (rikyrinovsky)





























