Puluhan mahasiswa menuding, perwakilan yang datang Kepri hanya melirik sumber daya alam di Kepri, karena provinsi Kepri banyak terdapat sumber daya alam. Nanti setelah tau maka akan diekplorasi hanya untuk kepentingan para kapitalis, bukan untuk kepentingan masyarakat Kepri.
“Kami menolak Jokowi JK untuk datang di provinsi Kepri, karena pemerintah Jokowi hanya menjanjikan, sampai dua tahun Jokowi belum menunjukkan prestasi,” ujar salah satu orator.
Di tempat yang sama Koordinator Lapangan (Korlap), Juandi mengatakan, sebenarnya serumpun melayu bukan menolak kedatangan orang nomor satu di Provinsi Kepri. Dalam spanduk bertulisan “Dua Tahun Pemerintah Jokowi- JK, Menolak Datang di Kepri”. Namun ia mengaku tidak bisa menolak kedatangan Jokowi-JK.
“Kami tidak memiliki hak untuk menolak, yang bertulis di spanduk haya untuk supaya aksi ini lebih terlihat garang,” jelasnya.
Juandi menyampaikan keritik, karena kekecewaan terhadap rezim Jokowi-JK. Pasalnya sebelum menjadi presiden dan wakil presiden Jokowi-JK telah menjanjikan 10 ribu lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia.
“Saat ini memang sudah ada 10 ribu lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia. Namun yang banyak mengisi 10 ribu lapangan kerja kebanyakan dari tenaga kerja asing,” ujarnya.
(yansyah).
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O



























