Wartakepri.co.id, Batam – Pemerintah Kota Batam dalam kemajuan technologi digital belum siap menerima, imbasnya akan memperlambat dan memperburuk perekonomian di Batam. Hadirnya Go-Jek dengan aplikasi online, malah ditutupnya.
Keputusan Walikota Batam menghentikan operasional Go -Jek melalui Kepala Dinas Perhubungannya, Yusfa Hendri menjadi suatu kemunduran hingga membunuh mata pencaharian warga. Bahkan menambah ratusan pengganguran, akibatnya kriminalisasi pun akan bertambah.
Dengan tidak beroperasinya Go -Jek sejak tanggal 1 Juni 2017 lalu, membuat sejumlah kalangan bersuara baik itu dari akademisi, praktisi hukum maupun masyarakat umum. Mereka pun menyuarakan akan ketidaksiapan Pemko Batam dan termasuk Kadisnya dalam era digital angkutan roda dua berbasis online.
Seperti ungkapan dari seorang praktisi hukum, Marito Sinambela SH.MH mengatakan: Majunya selangkah mundurnya banyak, Pemko Batam belum siap untuk era online. Seharusnya yang seperti ini diakomodir, lalu dibuat peraturannya agar tidak merugikan konsumen yang sudah nyaman atas fasilitas tersebut.
Apa lagi keputusannya pas bulan puasa dan bentar lagi lebaran. (Ibaratnya terasa sakitnya… pas cinta kali diputusin). Sama halnya dengan kenaikan listrik, pas sulitnya mencari kerja di batam, harga listrik dinaikan. Oohh walah.. mencekik leher masyarakat. Kenapa pemerintah mengambil keputusan diwaktu yang tidak tepat…?
“Pemerintah seharusnya berfikir bagaimana membuka lowongan pekerjaan, agar masyarakat mampu bayar litrik atau beli kenderaan nga pake gojek online,” ujar Marito Sinambela SH.MH, Jumat (2/6/2017) pagi.
Kemudian, seruan datang dari seorang HRD perusahaan menyatakan: Pemko Batam membuat keputusan disaat sulitnya mencari pekerjaan. Banyak perusahaan yang tutup karena orderan tidak ada, birokrasi yang banyak tetek bengeknya dan dualisme kepemimpinan.
Maka dengan adanya Go – Jek, yang dulunya mereka pekerja galangan kapal dan industri beralih profesi. Tujuannya hanya satu mencari uang untuk menghidupi keluarganya.
Seandainya Pemko Batam dalam hal ini Walikota Batam, Rudi SE mampu membuka lapangan pekerjaan, para Go – Jek saat ini tidak akan mau melakukan profesi itu. Namun karena situasi dan kondisi untuk menghidupi anak istri serta keluarga, maka kerjaan itu mau tidak mau harus dilakukan.
“Jadi, bijaklah dalam membuat keputusan. Pikir dulu solusinya baru ambil tindakan bukan asal main hentikan. Peraturan dan hukum usahanya boleh ditata sambil berjalan. ujar Cyp SH.
(Nikson Simanjuntak )
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O

























