Tema Teroris di Debat Pilpres Pertama: Ma’ruf Teroris Haram, Prabowo Setuju Deradikalisasi

32
KPU dan Debat Pertama Capres 2019

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin menegaskan permasalahan terorisme harus diberantas hingga ke akar-akarnya. Pernyataan Ma’ruf Amin itu menanggapi pertanyaan panelis mengenai pemberantasan terorisme di jalan tanpa terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Ma’ruf Amin menjelaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa mengenai terorisme. Menurut dia, fatwa MUI dengan tegas menjelaskan bahwa terorisme bukan termasuk jihad dan haram dilakukan karena dianggap melakukan kerusakan.

“Dalam Alquran dinyatakan bahwa orang melakukan kerusakan dihukum berat oleh karena itu upaya-upaya menanggulangi terorisme harus dilakukan dengan dua cara mensinergikan pencegahan dan penindakan,” kata Ma’ruf Amin dalam debat digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

Ketua MUI ini mengatakan, dalam menanggulangi terorisme ke depan pihaknya akan mengutamakan pencegahan dengan melakukan kontra radikalisme untuk menghilangkan dan menemukan paham radikal dan intoleran. Serta mengutamakan deradikalisasi untuk mengembalikan paham radikal kembali ke paradigma yang benar.

“Kami akan melalui pendekatan humanis dan manusia dengan tidak melanggar HAM untuk itu menanggulangi terorisme di masa datang kami akan mengajak ormas-ormas khususnya ormas keagamaan,” kata Ma’ruf Amin.

Penjelasan Ma’ruf Amin itu ditanggapi Capres nomor 02 Prabowo Subianto dengan mengenang semasa berkarier di militer. Prabowo mengungkapkan semasa berkarier di militer khusus dibidang spesialisasi anti teror.

Bahkan, Prabowo mengaku bersama Luhut Binsar Pandjaitan yang pertama membentuk pasukan anti teror pertama sehingga sangat paham mengenai terorisme. Dari pengalaman itu, Prabowo mengaku meragukan terorisme selalu terkait dengan Islam.

“Masalahnya adalah karena dari pengalaman itu saya itu bahwa terorisme ini adalah dikirim dari negala lain, sering juga dibuat nyamar seolah teroris dari orang Islam padahal itu dia dikendalikan oleh orang yang mungkin bukan orang Islam, atau orang asing, atau bekerja untuk orang asing. Saya mengerti benar-benar. Banyak stigmatisai, saya menolak itu. Saya setuju deradikalisasi,” kata Prabowo.

Jokowi menjawab tanggapan Prabowo. Menurut Jokowi, Indonesia saat ini sudah dijadikan contoh negara-negara dalam menanggulangi terorisme.

Jokowi mengatakan, penanggulangan terorisme tak hanya dalam penindakan. Melainkan dengan memberikan pendekatan persuasif dan pembinaan ekonoimi dan sosial.

“Tapi yang terpenting aparat harus dibekali mengenai HAM, SOP juga harus berbasis HM dan Undang-undang teorisme yang sudah ada di tahun 2018 yang lalu menitikberatkan pada pencegahan, pada pendekatan sosial, pada pendekatan keagamaan dan terpenting transparan pada proses penindakan,” kata Jokowi. (*)

Sumber : Merdeka

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND