Home Berita Utama AKP Abdurahman: Perlu Pengawasan Bersama atas Peredaran Narkoba dan Pelabuhan Tikus

AKP Abdurahman: Perlu Pengawasan Bersama atas Peredaran Narkoba dan Pelabuhan Tikus

Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id,BATAM – Ada beberapa daerah yang rawan akan peredaran Narkoba untuk wilayah Batam, hal itu perlu di antisipasi sehingga membuat rasa aman dan kondusif.

Kepala Satuan Narkoba Polresta Barelang AKP Abdurahman mengatakan bahwa dalam pengawasan peredaran narkoba saat ini masih minim.

“Tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolosian saja, akan tetapi perlu juga pengawasan dari pihak TNI dan masyarakat,” kata Kasatnatkoba Polresta Barelang Akp Abdurahman kepada Wartakepri.co.id Kamis (28/3/2019) di ruang kerjanya.

Menurut Abdurahman, bayangkan saja Ada 70 titik pelabuhan tikus yang nggak resmi itu menjadi sarang masuk Narkoba di wilayah Batam, hal ini tentu tidak mudah mengawasi dengan jumlah personil kami di satuan narkoba hanya sedikit. Gimana antisipasinya kalau sudah 70 titik pelabuhan tikus.

Sementara jumlah personil di satresnarkoba hanya 39, artinya ini sangat terbatas. Jadi masih kurang.

” Dengan demikian, kita meminta kepada seluruh instansi, agar ini lebih ekstra harus bersama suport, kebanyakan rata rata mereka tekong harus kita tangkap. Apalagi dengan tawaran sangat menggiurkan. Membuat tekong tersebut mau membawa barang haram itu,”ujar AKP Abdurahman.

Selain itu, para tekong sebelum beraksi mereka bisa membaca situasi terlebih dahulu, apakah kondusif aman atau tidaknya. Barulah mereka beraksi.

“Tidak hanya itu, untuk para pelajar yang menggunakan atau pengedar narkoba, sejauh ini belum ada kita temukan. Namun yang ada hanya remaja yang sudah putus sekolah. Itu baru ada dan itu juga nggak banyak. Paling tinggi terlibat para pengangguran di usia 35 sampai 40 tahun yang banyak,”terangnya.

Untuk antisipasi agar tidak terlibat para pelajar, Kasatnarkoba meminta dinas terkait, untuk memasukkan kurikulum tentang bahaya narkoba pada usia pelajar. Sebelumnya ini kalau tidak salah sudah kita usulkan dulu ya untuk program kurikulum bahaya narkoba bagi pelajar, seperti pemberdayaan dan pembinaan,”ucapnya.

“Kita juga sudah memberikan sosialisasi ke tingkat pelajar baik itu SMP, SMA dan SMK, disana kita tampilkan video slide pengetahuan bahaya narkoba.

Alhamdulilah, ya mereka para pelajar sangat antusias ada yang bertanya.harus dimasukkan kurikulum. Berawal banyak mencoba coba sebenarnya. Jadi ketagihan ya akhirnya bisa candu.

Abdurahman berharap, kedepan intinya khusus seluruh masyarakat Batam, jangan sekali mencoba menggunakan narkoba. betul diawasi anak kita, betul di jaga jangan sampai terjerumus.

“Perlunya sinergitas bersama, sebab tidak cukup Polri,TNi saja tetapi masyarakat juga perlu mendukung,”tutupnya.(*)

Kiriman : Taufik Ch

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 PANBIL MALL