Gerakan Kewirausahaan Kepri Gelar Seminar Bahas Potensi PAD Pasir Laut Pada 21 Februari 2020





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Provinsi Kepulauan Riau yanh terdiri dari 98 persen wilayah laut dan hanya kurang dari 4 persen daratan menunjukkan besarnya potensi kamaritiman salah satunya pasir laut.

Lalu bagaimana pemerintah daerah dapat memanfaatkan potensi pasir laut ini untuk menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kepri, dan apa saja kendalanya yang dapat menggagalkan potensi PAD ini.

Untuk menjawab ini, Dewan Perwakilan Daerah Gerakan Kewirausahaan Nasional (DPD GKN) Indonesia Provinsi Kepri akan menggelar Seminar Sehari dengan tema “Reklamasi dan Pasca Tambang serta Potensi Pasir Laut untuk PAD Kepri” yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at (21/2/2020), di Gedung LAM, Batam Centre – Batam.

Ketua DPD GKN Kepri Fauzi Azmi S.KM menyampaikan seminar ini juga mengacu pada hasil penelitian dari Mantan Menteri Kelautan Prof. Dr. Ir Rokhmin Dahuri.

Hasil penelitan dan kajian tentang desain penambangan pasir laut yang dapat mamberikan kontribusi bagi pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Pusat.

“Dalam kajian tersebut sektor penambangan pasir laut dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri. Nilai cadangan potensi pasir laut di Provinsi Kopulauan Riau moncapai Rp 600 Triliun perilima tahun,” terangnya Fauzi mengutip penjelasan Rokhmin Dahuri, Jumat (14/2/2020).

Fauzami Azmi S.KM mengatakan tujuan seminar untuk menghasilkan satu kesepakatan dan rekomendasi untuk penegasan komitmen pemerintah pusat kepada daerah dalam hal potensi tambang dan pasir laut untuk peningkatan PAD Provinsi Kepulauan Riau.

Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang reklamasi dan pasca tambang, menyadarken masyarakat dan pemerintah bahwa pasca tambang jika tidak di reklamasi akan merugikan masyarakat sekitar.

Dampak positif dari penambang pasir laut yang dilakukan secara legal dapat memberikan nilai tembah bagi suatu daerah dan Negera Indonesia, meningkatkan sumber pendapatan daerah ditiap-tiap kabupaten, reklamasi laut untuk pambangunan dan sebagai pendapatan masyarakat di sekitar pesisir laut.

Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia lahir dari Program Gerakan Kewirausahaan Nasional yang dimotori beberapa Kemeterian dan Lembaga Republik Indonesia.

Gerakan Kewirausahaan Nasional Indonesia merupakan Organisasi wadah perjuangan yang manghimpun wirausaha sebagai pejuang yang mandiri, bermoral dan profesional.

Dibentuk di Jakarta pada tanggal 8 November 2013, oleh pemuda wirausaha yang merupakan “entreprenuer” agar ekonomi Indonesia mandiri dan tetap dalam keridor Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)

Kiriman : Andi Pratama



PKP DREAMLAND
FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA