Dokter Tak Ingin Adik Sri Wahyuni, Korban Kecelakaan Bimbar Mengetahui Kakaknya Telah Tiada

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kasus tabrakan bimbar yang membuat seorang korban meninggal dunia, Sri Wahyuni membuat warga mengadakan berdoa bersama Banser dan Ansor. Setelah berdoa kelompok paguyuban yang ikut berdoa berteriak bubarkan bimbar.

Hal ini bukan tanpa sebab, ini dikarenakan  menurut mereka hampir setiap tahun ada saja yang terjadi korban kecelakaan yang dikarenakan oleh bimbar.

Penasehat Paguyuban Magetan Mania, Sapto Ali mengatakan, para bimbar yang ugal-ugalan harus ditindak tegas, karena jika tidak ditindak tegas pasti akan terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi pada Sri Wahyuni.

“Jangan ada lagi Sri Wahyuni yang lainnya lagi yang mengalami hal tersebut,” tegasnya, Kamis(20/2/2020).

Dibeberkannya, adapun adik dari korban sendiri yang berada di rumah sakit Awal Bros saat ini belum mengetahui bahwa kakaknya telah meninggal, pihak dokter disana juga menyampaikan jangan diberi tahu dulu bahwa kakaknya sudah meninggal dalam kecelakaan tersebut.

“Jangan kasih tahu dulu sebut dokter, takutnya mempengaruhi kondisi kesehatan adik korban saat ini,” terangnya.

Disebutkannya, pemerintah kota Batam harus tegas dalam menindak hal tersebut.

Komentar Anda