Komisi I DPRD Batam Temukan Safety di PT Bandar Abadi Kurang Maksimal Diduga Penyebab Laka 7 Pekerja

311

WARTAKEPRI.co.od, BATAM – Komisi I DPRD Batam melakukan sidak ke PT Bandar Abadi Tanjung Uncang, Batu Aji kota Batam paska kejadian kecelakaan kerja beberapa waktu yang lalu.

Rombongan komisi I dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Batam Budi Mardiyanto beserta anggota yakni Utusan Sarumaha, Tan A Tie, Tohap Erikson Pasaribu, Muhammad Fadhli dan staf komisi I.

Ketua Komisi I DPRD Batam Budi Mardiyanto mengatakan bahwa berdasarkan aduan dari masyarakat tentang adanya kecelakaan kerja di PT Bandar Abadi beralamat Tanjung Uncang Batu Aji ini diduga mengalami korban jiwa.

“Kami selaku komisi I sebagai urusan bagian perizinan dan hukum tentunya wajib mendatangi kelokasi perusahaan tersebut. Apalagi sudah memakan korban jiwa hingga menewaskan seorang pekerja,”kata Budi Mardiyanto, Ketua Komisi I DPRD Batam, Senin (23/3/2020) saat sidak bersama rombongan.

Budi menjelaskan bahwa terkait korban 7 orang tersebut tentu harus jelas seperti apa pertanggung jawaban dari perusahaan. Jangan sampai tidak diberikan jaminan untuk berobat.

“Saya ingin pihak perusahaan terus terang dengan kejadian ini. Jangan ada yang ditutup tutupi,”terangnya.

Budi Mardiyanto menekankan dalam pertemuan bersama Direktur PT Bandar Abadi, berlangsung selama lebih kurang 1 jam diruang meeting. Dimana Pembahasan itu terkait adanya kejadian kecelakaan sebanyak tujuh orang menjadi korban hingga meninggal dunia saat bekerja di lapangan.

“Kita tentu mendukung dalam bentuk investasi di kota Batam hanya saja jangan pula imej nya seolah kita mencari kesalahan di perusahaan ini. Itu sama sekali tidak benar.

Sementara Muhammad Fadhli, Anggota Komisi I DPRD Batam menyebut bahwa pihak perusahaan dalam hal ini PT Bandar Abadi tentu harus bertanggung jawab dalam kejadian kecelakaan kerja ini.

“Saya melihat safety dilokasi kerja kurang maksimal, sehingga ini mengakibatkan kecelakaan pada kerja. seharusnya ada pengawas tetap dilokasi kerja,”ungkap Muhammad Fadhli.

Ia sangat menyayangkan dengan kejadian tersebut, Mengingat banyaknya pekerja tidak sebanding dengan pengawasan dilapangan membuat kejadian kecelakaan terjadi.

“Kita akan lakukan pemanggilan terhadap pihak PT Bandar Abadi. Pasalnya inikan insiden yang memakan korban,”tegasnya.

Kalau ada tanki minyak yang dibuka tentu tidak boleh bersamaan. Ini yang menyebabkan munculnya api. Jadi sangat disayangkan ini tidak perlu terjadi. jika memang safety dengan baik.

“Kata Fadhli, Kejadian ini murni kesalahan teknis ini harus didalami ada pekerjaan tanpa permit. Kesalahan teknis sebab harus ada Permit dulu, kalau tidak ini jelas salah.

Selain itu, Hak korban juga termasuk akan kita pantau sampai mana diberikan hak korban itu. Karena saat ini sedang dikomunikasikan.” Pungkasnya.(taufik)

Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN