Lahir di Padang, Inilah Profil Wakil Jaksa Agung RI Dr Arminsyah Tewas dan Mobilnya Terbakar

191
Wakil Jaksa Agung RI Dr Arminsyah Foto Akurat.co

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Kabar duka dialami Korps Adiyaksa seluruh Indonesia. Telah meninggalah dunia Wakil Jaksa Agung RI Dr Arminsyah dalam sebuah kecelakaan mobil di Tol Jagorawi km 13, Cibubur Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

“Semoga almarhum khusnul khotimah dan keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan…AamiinnYRA,” begitu bunyi pesan tersebut.

Mobil Terbakarnya saat ditumpangi Wakil Jaksa Agung RI Dr Arminsyah. foto Merdeka.com

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus membenarkan Arminsyah meninggal dalam kecelakaan. Dia mengatakan, Arminsyah yang menjadi pengemudi mobil meninggal dunia di lokasi.

“Sementara satu penumpang ‎dilarikan ke RS Bina Husada,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, dalam keterangannya.

Lebih lanjut Yusri menjelaskan kronologi kecelakaan itu. Awalnya, mobil yang dikemudikan Arminsyah datang dari lajur empat lalu menabrak pembatas yang berada di tengah.

“Setelah dipadamkan, kendaraan dievakuasi oleh kendaraan derek ke unit laka lantas Polres Jakarta Timur,” ujarnya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Profil Wakil Jaksa Arminsyah

Semasa hidup, Arminsyah bukanlah sosok yang bisa dipandang sebelah mata. Perjalanan kariernya cukup panjang hingga akhirnya dia bisa menjadi Wakil Jaksa Agung pada 2017. Dihimpun TribunJabar.id dari berbagai sumber, ada sederet jabatan yang pernah diemban pria kelahiran Padang, 3 Mei 1960 ini.

Jabatan itu di antaranya adalah Direktur Penyidikan pada Bagian Tindak Pidana Khusus pada 19 Februari 2009, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung pada 6 Oktober 2010, Inspektur Pengawasan pada Jamwas pada 8 Agustus 2011.

Kemudian, pada 31 Agustus 2012 dia menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, pada 5 Juni 2014 sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen, dan pada 30 Oktober 2015 sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Tak hanya itu, beberapa penghargaan pun pernah diterima Arminsyah. Penghargaan tersebut satu di antaranya adalah Satya Lencana Karya Satya XXX dari Presiden RI pada 2011.

Meski sibuk sebagai jaksa, rupanya Arminsyah tetap bisa menyelesaikan program doktornya. Studi doktornya ditempuh di Pascasarjana Hukum Universitas Airlangga. Predikat cum laude pun berhasil diraihnya dalam masa kuliah selama 2 tahun 11 bulan.

Disertasi yang diangkat Arminsyah adalah “Redefinisi Hukum Konsep Kesengajaan dalam Tindak Pidana Korupsi”. Ada tiga prinsip hidup yang dipegang oleh Arminsyah.

Hal ini tertulis dalam berita Warta Kota yang terbit pada 17 September 2019. Prinsipnya adalah ikhlas, bekerja bersemangat, dan bersungguh-sungguh, atau tidak asal-asalan. Selain untuk dirinya pribadi, prinsip itu juga diterapkan ke putra putrinya dan anak buahnya di kejaksaan.(*)

Sumber : tribunnews/berbagai sumber
Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH