Perjuangan Guru Terisolir di Lingga Ketika Siswa Tak Miliki Android dan Terpencar di Banyak Pulau

1689
Foto Kiriman Ravi Azhar

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga melakukan pengumuman kelulusan sekolah Sekolah Dasar (SD) secara serentak di setiap sekolah Dasar, Senin (15/6/2020).

Dengan adanya pandemi Covid-19 memaksa pemerintah untuk melakukan proses belajar mengajar seluruh siswa dengan sistem online atau tidak dengan sistem tatap muka sehingga hal ini bisa menjadi suatu hal yang baru bagi para siswa/i dan wali murid yang harus selalu memastikan akses internet media sosial di android mereka.

Perjuangan Guru Terisolir di Lingga Ketika Siswa Tak Miliki Android dan Terpencar di Banyak Pulau

Tentunya proses belajar mengajar dengan sistem online sangat memerlukan kemampuan para wali murid dan murid dalam menggunakan media sosial serta kemampuan ekonomi mereka terkait ada atau tidaknya android dan sistem internet di seluruh pelosok Negri Indonesia khususnya Kabupaten Lingga.

Honda Capella

Dalam mendukung pemerintah untuk upaya memutuskan tali rantai penyebran Covid 19 sekolah Dasar Negri 021 Senayang melaksanakan penilain akhir semester (PAS) tahun ajaran 2019-2020 harus memakai sistem rumah ke rumah para muridnya. Hal ini disebabkan minimnya akses internet di pulau Kentar Desa Laboh Kecamtan Senyang Kabupaten Lingga

“Ya, kami melaksanakan penilain akhir murid-murid kelas 6 ini dengan pergi ke rumah masing-masing anak, karena akses internet di sini sulit atau boleh di bilang tidak ada” ungkap Izwandi, S.Pdi kepala Sekolah SDN 021 Senayang.

Siswa yang bersekolah di SDN 021 Senayang berjumlah 8 orang siswa untuk kelulusan kelas 6 dimana 7 orang siswa laki-laki dan 1 perempuan dan terdiri dar 4 Kampung, Repat, Lubuk dan Sungai Langgu.

Sehingga pelaksanaanya agak sedikit rumit. Pada 6 hari pertama pelakasnaan ujian guru berpencar mendatangi 4 kampung tersebut, salah satunya Kampung Akat, yang berada di sebelah barat Pulau Kentar, kampung tersebut di diami oleh suku asli komunitas adat terpencil (KAT).

” Di SD kita ini rumah muridnya lumayan jauh-jauh dan apabila alam kurang bersahabat anak-anak pun tidak bisa ke sekolah sangat prihatin sekali keadannya” tuturnya.

Dalam upaya memutuskan tali rantai covid 19 SDN 021 Senayang tidak bisa melakukan proses belajar mengajar secara online, namun melakukan proses belajar mengajar dari rumah secara tatap muka, Hal ini dikarenakan selain faktor internet tidak ada, para wali murid di sini juga banyak yang tidak ada android di karenakan faktor ekonomi.

” Selain faktor internet tidak ada, orang tua murid juga banyak yang tak punnya android, sehingga kita tidak bisa melakukan proses penilain akhir secara online” tutupnya.(*)

Kiriman : Ravi Azhar

FANINDO