Home Berita Utama Ketua Kadin Kepri Akhmad Makruf Maulana Desak BP Batam Bentuk Badan Usaha...

Ketua Kadin Kepri Akhmad Makruf Maulana Desak BP Batam Bentuk Badan Usaha Logistik

Ahmad Makruf
PANBIL IMLEK

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepulauan Riau mendesak Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP KPBPB Batam) untuk segera membentuk badan usaha logistik guna mengatasi masalah mahalnya ongkos transportasi logistik container dari Batam ke luar negeri.

Ketum Kadin Kepri Akhmad Makruf Maulana mengungkapkan masalah mahalnya ongkos logistik container dari Batam ke luar negeri sudah menjadi isu nasional yang tidak kunjung terselesaikan sejak dua tahun lalu.

“Masalah ini sudah sangat serius. Kami mendapat laporan adanya investasi yang gagal masuk ke Batam hanya gara-gara tarif logistik yang tidak kompetitif. Kadin Kepri mendesak BP Batam agar segera membentuk badan usaha logistik sendiri untuk mengatasi masalah ini,” tegas Makruf.

WhasApp

Menurut dia, Kadin Kepri sudah memetakan masalah tarif logistik yang mahal ini disebabkan oleh mafia yang bermain di Pelabuhan. Akibatnya, walaupun sudah ada himbauan tegas dari Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2019 lalu untuk menyelesaikan masalah ini namun tidak mampu juga terselesaikan.

Untuk itu, lanjut dia, satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan membentuk badan usaha logistik oleh BP Batam yang nantinya akan menguasai jalur logistic Batam – Singapura dan tujuan negara lain dengan tarif yang lebih kompetitif, termasuk menguasai proses handling di Pelabuhan Batu Ampar.

“Solusi ini bisa diintegrasikan dengan pembenahan Pelabuhan Batu Ampar agar lebih efisien dengan menyediakan sarana prasarana yang modern sehingga tidak ada lagi permainan mafia yang dapat mengurangi daya saing Batam sebagai kawasan investasi potensial pada masa depan,” kata Makruf.

Makruf menegaskan usul ini akan menjadi agenda Kadin Kepri dan akan segera menyurati Presiden RI Joko Widodo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Ketua Dewan Kawasan Batam agar segera membentuk tim pengembangan usaha logistik daerah.

Pada April 2019 lalu, Wapres Jusuf Kalla telah menginstruksikan kepada Kepala BP Batam waktu itu untuk segera membereskan masalah mahalnya tarif logistik ini termasuk membenahi dan modernisasi Pelabuhan Batu Ampar. Namun sudah lebih satu tahun berlalu, masalah tersebut tidak juga terselesaikan baik soal tarif logistik maupun modernisasi Pelabuhan.

Sebagaimana informasi yang diterima Kadin Kepri, saat ini ongkos pengiriman container dari Batam ke Singapura untuk ukuran 20 feet sebesar US$470 dengan waktu tempuh hanya tiga jam. Sedangkan pengiriman kontainer ukuran yang sama dari Jakarta ke Singapura dengan waktu tempuh tiga hari hanya US$350.

“Ada dua calon investor yang terpaksa menunda untuk masuk ke Batam dengan kondisi tarif logistik yang mahal seperti ini. Bahkan PT Pegatron secara terang-terangan menyatakan keberatannya karena ternyata ongkos pengiriman yang mahal menyebabkan produknya menjadi tidak kompetitif. Kami berharap BP Batam bisa menyikapi masalah ini dengan serius,” papar Makruf.

Kadin Provinsi telah menyiapkan beberapa scenario jika BP Batam serius mau mengembangkan badan usaha logistik ini. Beberapa mitra logistik local dan internasional sudah menyatakan siap untuk membantu Kadin Provinsi Kepri mengatasi masalah ini.

Makruf juga mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menko Perekonomian RI selaku Dewan Kawasan Batam agar memfasilitasi BP Batam untuk membentuk badan usaha logistik termasuk mempercepat proses pengembangan Batu Ampar sebagai Pelabuhan modern.(*)

Editor : Dedy Suwadha

Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025

@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O