WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia diduga tidak tepat sasaran. Pasalnya bantuan tersebut masih menggunakan data tahun 2015.
Seperti yang terjadi di Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas yang masih banyak penerima PKH, BST, dan BPNT tidak sesuai dengan data. Hal tersebut terlihat dari penerimaan yang tidak sesuai, misalnya orang yang sudah bekerja menjadi aparatur Desa (BPD), tidak sesuai dengan nama kepala keluarga, untuk penerima PKH, sementara itu untuk penerima BST, Pekerjaan Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah, untuk bantuan BPNT nama penerima kebanyakan nama istri sebagai penerima bukan kepala keluarga.
Kepala Desa Ulu Maras Rifa’i saat di konfirmasi mengatakan bahwa benar data yang sudah di usulkan dari Desa telah dikirim ke Dinas Sosial Kabupaten yang nantinya bisa diteruskan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia, namun yang terjadi data perubahan tidak kunjung terealisasi, malah data tahun 2015 yang turun sebagai penerima.
“Kami bingung, selalu di tanya oleh warga, terkait bantuan yang di kucurkan oleh pemerintah, pasalnya data penerima di lapangan banyak yang tidak sesuai dengan data yang di usulkan oleh Desa, banyak yang mampu ketimbang yang miskin dapat bantuan, semoga pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat segera mengupdate data yang telah di usulkan, kalau bisa turun ke lokasi penerimaan,” ucapnya kepada awak media, (17/4/2022).
Pemerintah desa selalu di salahkan oleh warga ketika bantuan dari pemerintah tersebut di kucurkan, pasalnya penerima bantuan tidak tepat sasaran.
“Kami berharap kepada pemerintah agar melakukan kroscek ulang, agar bantuan ini tepat sasaran, dan tidak serta merta menyalahkan pihak Desa yang di tuding memberikan data yang salah, padahal data tersebut berasal dari kementerian,” tuturnya.
Hingga berita ini ditayangkan pihak media ini masih terus mencari sumber yang kompeten yang bisa menjawab keluhan desa dan warga. (rama)





























