Home Ekonomi PLTS 2 GW Bakal Bangun di Sugi Moro, Atasi Permasalah Listrik, Pemkab...

PLTS 2 GW Bakal Bangun di Sugi Moro, Atasi Permasalah Listrik, Pemkab Karimun Teken MoU

Pemkab Karimun teken MoU dengan PT Gurin Energy perusahaan asal Singapur
Pemkab Karimun teken MoU dengan PT Gurin Energy perusahaan asal Singapura dan perwakilannya di Indonesia yaitu PT Panah Perak Megasarana. Atasi permasalahan listrik.(Foto : Ist)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, – Perusahaan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) internasional, yakni PT Gurin Energy perusahaan asal Singapura dan perwakilannya di Indonesia yaitu PT Panah Perak Megasarana, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah Kabupaten Karimun.

Perusahaan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) internasional tersebut akan dibangun di Pulau Tjombol dan Pulau Sugi, Kecamatan Sugi Besar dengan target selesai dibangun pada tahun 2026 mendatang, berkapasitas 2 GW.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Bupati bersama Chief Operating Office PT Gurin Energy Robert Driscoll dan Dirut PT Panah Perak Megasarana Agus Salim Igarashi di rumah dinas Bupati Karimun.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyambut baik investasi yang dilakukan oleh kedua perusahaan untuk membangun PLTS skala besar di Kabupaten Karimun.

“Pemerintah daerah menyambut baik investasi oleh 2 perusahaan yang akan membangun PLTS skala besar dengan teknologi tinggi, kedua perusahaan ini sudah lebih dulu meneken MoU dengan pemerintah Provinsi Kepri beberapa waktu lalu,” terang Bupati, Senin (30/5/2022).

Bupati meyakini hadirnya PLTS skala besar ini nantinya akan memberikan multiplier effect dalam meningkatkan perekonomi masyarakat, terutama di Kecamatan Sugi Besar.

“Hadirnya PLTS ini tentu saja akan memberikan dampak yang nyata kepada masyarakat, terutama tercipta lapangan pekerjaan, oleh pihak perusahaan disebutkan akan menyerap sebanyak 6 ribu tenaga kerja,” paparnya.

Bupati meminta kepada pihak perusahaan untuk dapat memperkerjakan minimal 70 persen tenaga kerja lokal.

“Kita minta 70 persen tenaga kerja di PLTS harus tenaga kerja lokal. Alhamdulillah kedua perusahaan tersebut menyanggupi untuk menyerap tenaga kerja lokal sebesar 70 persen,” ujar Bupati.

Selain tenaga kerja, Bupati juga meminta pihak perusahaan untuk dapat bermitra dengan perusahaan lokal maupun tempatan di Karimun.

“Seperti supplier, saya minta perusahaan libatkan perusahaan disini yang cukup banyak, baik soal tenaga kerja maupun fabrikasi. Justru jangan sampai perusahaan dari luar yang dibawa, tapi berdayakanlah muatan lokal ini dengan maksimal,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, hadirnya PLTS ini nantinya juga akan menyuplai listrik bagi masyarakat sebesar 10 persen dari total daya sebesar 2 GW.

“Perusahaan juga akan menyuplai listrik di wilayah Kepri, khususnya Tanjungbalai Karimun,” kata Bupati.

Karena menurutnya, wilayah Karimun masih defisit daya, namun memang perusahaan tetap mengutamakan untuk diekspor ke Singapura.

“Meskipun nantinya akan di ekspor ke Singapura, akan tetapi harus memenuhi kebutuhan suplai listrik di Karimun terlebih dahulu,” pungkasnya.

Dengan hadirnya investasi di Kecamatan Sugi Besar yang notabene merupakan Kecamatan baru, Bupati mengajak masyarakat untuk mendorong dan mendukung penuh kedua perusahaan tersebut.

“Seyogyanya, masyarakat diharapkan dapat mendukung penuh sekaligus mendorong agar perusahaan mampu berinvestasi dengan lancar. Untuk perusahaan sendiri, saya berpesan untuk selalu melibatkan pemerintah Desa atau Lurah selama beroperasi,” tandasnya.(rls)

WhasApp

Google News WartaKepri