Home Bintan Dianggap Hama, Kini Rengkam Membawa Berkah Bagi Masyarakat Tanjung Talok Bintan

Dianggap Hama, Kini Rengkam Membawa Berkah Bagi Masyarakat Tanjung Talok Bintan

Seorang warga pesisir Tanjung Talok, Kabupaten Bintan, Sabtu (10/9/2022) menata rumput laut jenis sargasum atau rengkam. Rumput laut jenis ini dapat dimanfaatkan untuk dijual dengan nilai ekonomis tinggi.
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Kini rumput laut berjenis sargasum atau sering dikatakan rengkam kini membawa berkah bagi masyarakat pesisir Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Srikuala Lobam, Kabupaten Bintan, Sabtu (10/9/2022).

Rengkam merupakan rumput laut yang selama ini dianggap sampah dan hama oleh masyarakat, namun siapa yang sangka, kini rengkam dapat di kelola hingga punya nilai ekonomis yang tinggi.

Salah satu warga Tanjung Talok, pelaku pencari rengkam, Safrudin (63) atau panggilan kesehariannya Pak Lapok mengatakan, saat ini masyarakat Tanjung Talok sudah banyak beralih profesi dari nelayan mencari rengkam di pesisir perairan pantai.

Begitu pula ia mengatakan, rumput laut jenis rengkam ini adalah karunia kekayaan laut yang diberikan yang maha kuasa ke para nelayan.

“Saat ini ikan sedikit, para nelayan dapat beralih mencari rengkam,” katanya.

Lanjut Pak Lapok, “Tumbuhan rengkam, saat ini sangat bermanfaat dan dapat membantu perekonomian bagi masyarakat setempat, dimana tanpa di tanam masyarakat dapat mengambil dan menikmati hasilnya, “jelasnya.

“Asal ada kemauan, pasti bisa menikmati hasilnya,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Pak Lapok menjelaskan, rengkam dapat dijual setelah proses pengeringan di bawah terik matahari.

Menurut keterangannya, proses pengeringan rengkam tidak begitu sulit, pada dasarnya cuaca cerah penentu kuwalitas kekeringan pada rengkam tersebut.

“Kita hanya mengandalkan cuaca cerah, bila tingkat kecerahan cuaca tinggi, sehari saja rengkam dapat dikemas dan dapat dijual,” terangnya.

Begitu pula menurut pengakuannya, cuaca cerah ia dapat mengemas rengkam berkisar 70-100 Kg per hari, dimana harga perkilo seharga Rp 1.800.

Menurutnya lagi, rengkam yang sudah dikeringkan dapat dikemas dalam goni/karung, dimana satu kemasan karung goni seberat 40 Kg, namun bila lebih banyak dapat dipastikan kualitas kekeringan rengkam tidak baik.

“Jadi, kalau sudah benar-benar kering, biasanya satu goni rengkam berkisar 40 kg,” terangnya.

Selanjutnya ia juga mengatakan, renkam yang sudah dikemas dapat dijual ke penampung, yang mana penampung adalah salah satu warga Tanjung Talok sendiri. Begitu pula Agen yang berasal dari Batam akan turun menjeput ke penampung, bila mana kemasan rengkam sudah terkumpul berkisar 3 ton.

“Jadi agen Batam akan menjeput rengkam, bila mana sudah berkisar 3 ton,” kata Pak Lapok.

Saat disinggung manfaat dan proses selanjuynya, ia mengatakan, rengkam akan di Expor keluar negeri dan akan dijadikan kosmetik dan pupuk.

“Rengkam ini akan dikirim ke luar Negeri, dijadikan kosmetik dan pupuk disana,” tutupnya. (*)

Pengirim: Agus Ginting

WhasApp

Google News WartaKepri