WARTAKEPRI.co.id – Jepang bertahap membuang limbah nuklir radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima ke Samudera Pasifik, Kamis (24/8/2023). Tokyo Electric Power Company (Tepco) membuang setelah mendapatkan lampu hijau dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu.
Amankan laut Indonesia dari ancaman bahaya radiasi nuklir? Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap kondisi laut Indonesia tidak akan terpengaruh dari pembuangan limbah nuklir Fukushima ke laut yang dilakukan per Agustus 2023
Profesor riset di Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN Djarot Sulistio Wisnubroto membandingkannya dengan insiden kebocoran Reaktor Fukushima pada 2011.
Usai kejadian, berdasarkan hasil monitoring para ahli, ia menyebut tak ditemukan dampak signifikan di perairan RI. Padahal, katanya, saat kecelakaan tersebut banyak kontaminan radioaktif yang terlepas ke laut.
“Pelepasan air terolah dari Fukushima yang telah dimulai, tak ada pengaruhnya bagi Indonesia,”kata Djarot saat dihubungi, Jumat (26/8/2023).
Djarot menjelaskan limbah nuklir yang terbawa dengan air dan dibuang di laut itu, merupakan air olahan yang mengandung zat radioaktif tritium. Namun zat radioaktif itu dalam konsentrasi rendah, sehingga tidak memberikan efek negatif bagi biota laut maupun manusia.
Menurut pria yang pernah menjadi kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) periode 2012-2018, hasil monitoring pada 2011, tak ada dampak signifikan di perairan Indonesia.
Dikutip dari website Kompas.com, langkah Jepang menuai protes dari Cina dan menilainya sebagai kebijakan egois serta tidak bertanggung jawab.
Lantas, sebenarnya apa dampak dari pembuangan limbah nuklir ke laut?
Dosen Rekayasa Nanoteknologi Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) Intan Nurul Rizki mengatakan, limbah nuklir mengandung banyak zat radioaktif, seperti iodin, selenium, tritium, dan karbon-14. Zat-zat tersebut akan mengakibatkan dampak serius terhadap makhluk hidup yang terpapar.
Dilansir dari Forbes, ahli geofisika kelautan Kelly Martin mengungkapkan, berdasarkan pengujian pada 1950-1960, radiasi nuklir di lautan menyebar dengan cukup cepat (tidak dapat diukur setelah berbulan-bulan maupun bertahun-tahun). Beberapa radionuklida mengendap di dasar laut dan sebagian lainnya mencemari pulau-pulau di dekatnya.
BACA JUGA Pebalap Jepang Haruki Noguchi Tewas di Sirkuit Mandalika
Meski begitu, menurut Kelly, pembuangan air limbah nuklir dari PLTN Fukushima Jepang tidak sama dengan pelepasan limbah radioaktif lainnya. Hampir semua radionuklida di perairan Jepang adalah isotop yodium atau cesium. Keduanya larut dan tersebar di lautan seluruh dunia. Arus aktif dekat pantai mengangkut radioaktif jauh ke Pasifik, sehingga mengurangi efeknya secara cepat.
Semakin banyak radioaktif yang dilepaskan, biota laut di sekitar lokasi (dalam jarak 10-30 kilometer) akan terdampak. Karena itu, tidak disarankan untuk mengonsumsi ikan dalam kawasan pelepasan limbah nuklir, sekitar 10-50 kilometer.
Kebanyakan ikan tidak mengandung konsentrasi bahan radioaktif yang tinggi. Kata Kelly, hanya predator puncak, seperti tuna, hiu, dan manusia yang bisa terpengaruh dalam waktu cukup lama. Untungnya, kata dia, sebagian besar predator tertinggi dalam rantai makanan tidak berkeliaran dalam radius 30 kilometer.
Selain itu, Pemerintah Jepang juga memantau radiasi pada daerah tangkapan ikan di seluruh prefektur. Mereka melarang masyarakat untuk menangkap ikan di dekat PLTN Fukushima. Berdasarkan pantauan pemerintah setempat, kata Kelly, tingkat radiasi di perairan terbuka masih berada di ambang batas keamanan.
Anggota Komisi VI DPR RI Luluk Nur Hamidah meminta pemerintah Indonesia untuk merespons serius terkait kebijakan Jepang yang membuah limbah nuklir ke laut. Pasalnya, menurut dia, hal itu juga akan mengancam perairan Indonesia, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Mei 2023, dikutip dari situs resmi DPR RI. (*)
Sumber: Cnnindonesia/Tempo/Kompas/twitter
Editor : Dedy Suwadha
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O

























