WARTAKEPRI.co.id, Bintan – Salah satu Tokoh Masyarakat Gunung Bintan memiliki Nama yang unik, pasalnya Atok yang sudah berusia 70 tahun lebih itu memiliki nama yang sama persis dengan marga yang ada di salah satu Suku Karo, yakni marga Ginting. Rabu, (13/9/2023).
Cerita ini berawal dari acara ritual Doa Tolak Bala dan Doa Keselamatan
Serta Mandi Shafar yang dilaksanakan dirumah Ketua Kampung, Tok Mukri, yang tepatnya di depan gerbang pemandian Air Terjun, Gunung Bintan.
ritual Doa Tolak Bala dan Doa Keselamata, serta Mandi Shafar yang menjadi tradisi masyarakat setempat, dimana kegiatan ritual tersebut bermunajat dijauhkan dari mala petaka serta diberikan kesehatan dan dilimpahkan rezeki.
Usai kegiatan ritual tersebut, beberapa orang tua (Sesepuh) masih bercengkrama, namun tampak ada kejanggalan terjadi, sebab seketika salah satu dari mereka (Sesepuh) ada yang terdiam dan membisu.
Awal dari cerita, salah seorang tamu rombongan dari Tanjunguban, Mery yang ikut dalam perbincangan sering dan ringan memanggil nama Ginting, yang mana Ginting adalah panggilan sapa untuk salah seorang yang ada dalam satu rombongannya.
Namun siapa yang menyangka, sebab panggilan nama Ginting membuat salah satu sesepuh merasa heran dan sedikit gak enak hati, sebab diduga orang tua tersebut merasa Mery kurang santun dalam berbahasa.
Terkuaknya, saat perbincangan dengan kerua Kampung, Atok Mukri bercerita tentang adat istiadat di Gunung Bintan, ditambah dengan sepupunya memiliki menantu dari suku luar namun sudah terbiasa menjalani dengan adat istiadat di Gunung Bintan.
Salah satu dari rekan Mery yang ber Marga Ginting bertanya tentang sudah ada berapa suku pendatang yang ada di Gunung Bintan, Lalu atok Mukri menjawab sudah ada 3, yakni Jawa, Padang dan Batak.
Karena Ginting merasa Suku Batak, ia lebih detail bertanya tentang marga warga orang bersuku Batak tersebut, namun Atok Mukri tidak mengetahuinya.
“Kalau marganya saya kurang tau namun panggilannya Karo, ya mungkin orang Karo, “katanya.
Mendengar nama yang dikatakan Atok Mukri yaitu Karo, lalu Mery menjelaskan, Kalau Karo itu adalah suku, bukan Marga. Namun segera meluruskan bahwasannya Karo itu juga Marga dalam suku Karo.
Lebih jelas Ginting menjelaskan dalam suku Karo memiliki 5 Induk Marga adalah Karo, Ginting, Sembiring, Peranginangin, dan Tarigan.
Mendengar ada Marga Ginting, sontak sesepuh tersebut nyambung dan mengatakan bahwasanya namanya Ginting, seketika rekan Mery yang bermarga Ginting pun kaget, dan Mery pun langsung menyatakan atok Ginting ternyata sesepuh rekannya yang bermarga Ginting.
“Nama saye Ginting, “ungkap Atok.
Mendengar penjelasan yang baru didengar, Atok Ginting baru menyadari bahwasannya dari awal Mery ternyata memanggil nama rekannya sendiri.
“Saya sangke tadi ibu Mery sebut-sebut nama saye, “ungkap Atok Ginting.
Lanjutnya, “Saye pun bingung, Bu Mery kok bise kenal, dan Bila (kapan), “katanya.
Setelah semua terungkap Atok Ginting tampak lebih bersemangat dan alhasil diluar dugaan dari yang pendiam Atok Ginting lebih mendominan bersenda gurau dan gelak tawa, hingga diakhir cerita Atok Ginting mengucap maaf serta mendoakan seluruh rombongan yang telah sudi berkunjung.
Pengirim: Agus Ginting





























