BATAM – Setelah liburan Lebaran, kawasan-kawasan industri di Batam, seperti Batamindo, Seibeduk, Sagulung, Batuaji, dan Tanjunguncang, menjadi sorotan para pencari kerja (pencaker). Mereka membanjiri lokasi perusahaan dan kawasan industri, berlomba-lomba mencari informasi lowongan kerja secara langsung.
Hal ini disebabkan oleh rendahnya akurasi informasi lowongan kerja yang beredar di media sosial. Banyak pencaker yang mengalami kekecewaan karena informasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Oleh karena itu, mereka memilih untuk mendatangi langsung perusahaan atau kawasan industri, bahkan harus berjalan kaki jauh untuk mencari peluang pekerjaan.
Rendi, seorang pencaker berusia 19 tahun asal Sagulung, Batam, mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap informasi lowongan kerja di media sosial.
Menurutnya, datang langsung ke lokasi perusahaan adalah pilihan yang lebih tepat meskipun harus melalui perjalanan yang cukup jauh.
Di kawasan Industri Batamindo, aula Community Center (CC) tetap menjadi tempat favorit bagi para pencaker untuk mencari informasi lowongan kerja.
Putri, 22 tahun, yang berasal dari Jawa Timur, mengakui persaingan yang ketat dalam mendapatkan pekerjaan di sana. Namun, ia dan para pencaker lainnya tetap tidak menyerah dan terus mencari peluang.
Sementara Rudy Sakyakirti, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, seperti dikutip mediaindonesia, Senin (22/4/2024) menyatakan bahwa serbuan pencari kerja ke kawasan industri usai Lebaran merupakan tradisi tahunan di Batam.
Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat, terutama generasi muda, dalam mencari pekerjaan.
Disnaker Kota Batam terus berupaya memfasilitasi pencari kerja dengan mengadakan bursa kerja dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan untuk membuka lapangan pekerjaan.
Disnaker Kota Batam juga menghimbau para pencari kerja agar bersabar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi lowongan kerja yang tidak jelas kebenarannya. (*)




























